

inNalar.com – Seperti halnya jodoh dan kematian, rezeki merupakan misteri ilahi. Semenjak pertama kali penciptaannya manusia sudah mendapatkan masing-masing taqdirnya dari Sang Pencipta.
Hal ini dikarenakan beriman terhadap qadha` dan qadar merupakan salah satu rukun iman yang wajib dipercayai oleh setiap yang memeluk agama Islam.
Jika seorang muslim tidak mempercayai ketetapan takdir termasuk juga rezeki, maka kuranglah imannya. Dan disarankan untuk memperbaikinya dengan beristighfar dan bertaubat.
Akan tetapi tak seperti qadar yang tidak dapat diubah secara mutlak, qadha` merupakan ketetapan Allah ﷻ yang masih dapat diubah dan diperbaiki. Cara merubah qadha` tersebut melalui ikhtiyar atau usaha maksimal kita serta do`a yang ikhlas dari lubuk hati yang paling dalam.
Contohnya, kita tidak selamanya ditakdirkan dalam keadaan miskin. Jika kita berusaha semaksimal mungkin dan dibarengi dengan do`a, maka ketetapan Allah ﷻ akan berubah menjadi baik.
Akan tetapi, terkadang ada dari kita yang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan rezeki yang halal dan berlimpah, masih terkendala oleh hal-hal yang tidak kita ketahui. Walaupun kita sudah melakukan inovasi, mengevalusi langkah, melakukan kolaborasi, dan hal lainnya, kita seakan-akan tidak dapat menembus dinding penghambat keberlangsungan rezeki tersebut.
Baca Juga: Hari-Hari Dirundung Prasangka Buruk dan Cemas Berlebih? Coba Amalkan Dzikir dari dr Aisah Dahlan Ini
Jika demikian, kita harus menapaki jalur spiritual dengan lebih serius dengan mendekatkan diri kita kepada Allah SWT melalui amalan-amalan yang dicintainya.
Mengutip dari kitab, Hushulur Rifq BI Ushulir Rizq karya Imam Jalaluddin As-Suyuthi Rahimahullah, inilah beberapa amalan ringan yang dapat menjadi magnet rezeki kita:
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal (baik), dan amal yang diterima.” (HR. Ibnu Majah)
Lafadz وَرِزْقًا طَيِّبًا atau rizki yang baik berarti memberikan isyarat bisa jadi harta kita tercampur antara yang haram (jelek) dan juga yang halal (baik). Bukan hanya memakai kata halal, lafadz do`a ini memakai kata baik yang berarti memberikan kemaslahatan bagi kita.
Bisa saja harta yang kita miliki didapatkan dari cara yang halal tidak memberikan tambahan nilai dan ketenangan pada diri kita dan juga pada orang lain. Hal ini seperti halnya kambing yang halal akan tetapi justru membahayakan untuk penderita darah tinggi.***(Dadang Irsyamuddin)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi