Alokasikan Dana Belanja Modal hingga Rp279 Miliar pada 2024, Pendapatan Perusahaan Batu Bara PT Bumi Resources Menurun?

inNalar.com – Korporasi milik Bakrie Group PT Bumi Resources akan mengalokasikan belaja modal dengan jumlah yang cukup besar.

Jumlah alokasi dana belanja modal tersebut sekitar Rp217 miliar hingga Rp279 miliar pada tahun 2024 mendatang.

Diketahui PT Bumi masih memiliki cadangan batu abra dan kapasitas yang cukup baik di PT Kaltim Porma Coal dan PT Arutmin Indonesia.

Baca Juga: Sempat Dicaplok Oknum Warga, Lahan Eks Tambang Timah di Bangka Belitung Seluas 41,344 Ha Ini akan Diolah Kembali oleh Perusahaan Ini!

Pada tahun 2024 mendatang, diperkirakan volume produksi batu bara bisa mencapai 80 juta ton.

Namun, hingga kini Bumi masih belum melakukan dinalisasi untuk target kinerja tahun depan.

Mengingat harga batu bara masih dapat mengalami peningkatan tipis sampai akhir 2023.

Baca Juga: Rela Subsidi Maskapai Garuda Rp78 Juta, Bupati Asal Sumatera Utara Ini Nekat Hidupkan Bandara yang Dulunya Sempat ‘Mati Suri’

Hal trsebut terjadi seiring situasi ketidakpastian geopolitik dunia dan musim dingin sehingga permintaan batu bara meningkat.

Sampai akhir September, Bumi mencatat total produksi sebesar 56,2 juta ton.

Angka tersebut meningkat jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 53,7 juta ton.

Baca Juga: Usai Merugi Rp16 Miliar, Anak Usaha Pertambangan di Berau Kalimantan Timur Ini Bakal Rumahkan Ribuan Karyawan, Terungkap Alasan Sebenarnya

Peningkatan angka produksi ini diakibatkan oleh kondisi cuaca yang mendukung.

Namun, menurut laporan keuangan resmi pendapatan PT Bumi Resources malah menurun.

Pada tahun 2022, penjualan dan pendapatan usaha korporasi ini mencapai 1,3 miliar USD.

Baca Juga: Utangnya Rp644 Miliar, Induk Perusahaan Kontraktor Batu Bara di Berau Kalimantan Timur Ini Berpotensi PHK Ribuan Karyawan

Sementara itu pada tahun 2023 penjualan dan pendapatan usaha perusahaan ini turun menjadi 1,1 miliar USD.

Beban pokok penjualan dan pendapatan pun mengalami penurunan dari 1,1 miliar USD menjadi 1 miliar USD.

Maka dari itu, jumlah laba bruto korporasi ini juga mengamai penurunan dari 294 juta USD menjadi 78 juta USD.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]