Alokasikan Capex 88 Juta USD, Emiten Batu Bara ITMG Genjot Produksi Batu Bara Sampai 2 Kali Lipat di Tahun 2024

inNalar.com – Salah satu emiten tambang, PT Indo Tambangraya Megah Tbk yang memiliki kode saham ITMG, berencana untuk mengalokasikan capex atau belanja modal mencapai US$88 juta pada tahun 2024 mendatang.

Tentunya, alokasi belanja modal yang fantastis tersebut memiliki tujuan sendiri, yakni untuk menggenjot produksi batu bara sampai dua kali libat di tahun depan.

Sebelumnya, PT Indo Tambangraya Megah Tbk merupakan salah satu perusahaan energi yang berkomitmen pada pertambangan yang baik dan berkelanjutan secara lingkungan.

Baca Juga: Tunggak Pajak Rp74,5 Miliar, PMA China Seluas 700 ha di Konawe Sulawesi Tenggara Ini Dipasangi Plang Pemkab

Perusahaan ini memiliki sejarah yang sangat panjang. Pendirian dari badan usaha ini sendiri pertama kali dilakukan pada tahun 1987 sebagaimana dilansir dari laman web ITM atau Indo Tambangraya Megah.

Kemudian, pada tahun 1995, perusahaan ini memasuki tahap pra-produksi.

Dalam perkembangannya hingga tahun 2023 ini, PT Indo Tambangraya Megah Tbk mengakuisisi dan memiliki kurang lebih 18 anak perusahaan dengan berbagai jenis bidang seperti pertambangan dan perdagangan.

Baca Juga: Harta Kekayaan Lukas Enembe, Terpidana Kasus Korupsi yang Meninggal Dunia karena Gagal Ginjal

Pada tahun tahun 2023, emiten tambang dengan kode saham ITMG ini memiliki estimasi capex atau belanja modal sebesar US$44,4 juta atau setara dengan Rp688,2 miliar. (kurs US$1 = Rp15.500)

Alokasi belanja modal tersebut digunakan untuk pengembangan bisnis yang meliputi pertambangan, energi terbarukan, dan bisnis PT Indo Tambangraya Megah Tbk lainnya.

Pada tahun 2024 mendatang, alokasi belanja modal ini diperkirakan akan naik sampai dua kali lipat.

Baca Juga: Investasi 500 Juta USD, Smelter Feronikel CORII di Morowali Sulawesi Tengah Bakal Upgrade Produksi Hingga 300.000 Ton, Gunakan Teknologi Mutakhir?

Alokasi modal yang besar tersebut nantinya akan digunakan untuk pengembangan beberapa tambang baru dan perbaikan infrastruktur di tambang yang sudah ada di wilayah Melak, Kalimantan Timur.

Selain itu, alokasi dana tersebut juga akan digunakan untuk pengembangan pelabuhan guna antisipasi penambahan produksi hasil pertambangan di tahun depan.

PT Indo Tambangraya Megah Tbk ini juga memiliki tambang batu bara yang belum beroperasi antara lain adalah PT Persada Resources (NPR), PT Tepian Indah Sukses (TIS), dan PT Graha Panca Kars (GPK).

Baca Juga: Kuras Dana Rp237 Miliar, TPA di Jawa Timur Ini Mampu Layani Sampah Rumah Tangga 700 Ribu Penduduk Kota Malang

Tambang Baru Milik PT Indo Tambangraya Megah Tbk

Diantara tiga pertambangan yang belum beroperasi tersebut, pertambangan milik PT Graha Panca Kars (GPK) merupakan tambang baru yang akan beroperasi pada tahun 2024.

Pertambangan milik PT GPK ini memiliki luas 5.060 hektare dimana lokasinya berada sekitar 14 km dari Pelabuhan Bunyut di Kalimantan Timur.

Pertambangan baru milik PT Indo Tambangraya Megah Tbk yang baru akan dioperasikan pada tahun 2024 ini diharapkan dapat memproduksi batu bara sebesar 1 juta ton pada tahun 2024.***

Rekomendasi