

inNalar.com – Realisasi proyek jalan tol di Banten ini tidak sesederhana yang dibayangkan, karena lahan terdampak tetap butuh perlakuan spesial
Lahan terdampak Proyek Jalan Tol Banten ini tidak cukup selesai dengan kucuran dana LMAN.
Eksekusi lanjutan pada akhirnya butuh ekstra action dari Kementerian PUPR agar tahap land clearing proyek tuntas.
Proyek jalan tol yang membelah Banten ini rupanya punya konsekuensi lanjutan dari lahan terdampak.
Pasalnya lahan terdampak proyek jalan tol yang melintasi Banten ini bukan tanah biasa.
Lahan yang terkena belahan trase tol ini mencakup makam keramat dan empat unit Sekolah Dasar Negeri (SDN).
Alhasil, pembangunannya harus dilakukan dengan matang dan tidak asal gusur dan berubah rupa menjadi lintasan tol.
Perlu diketahui, Lembaga Manajemen Aset Negara telah mengalokasikan dana pembebasan lahan dari 2017-2019.
Alokasi dana lahan terdampak LMAN untuk proyek jalan tol di Banten ini totalnya mencapai Rp1,3 triliun.
Terdapat setidaknya 4 sekolah di Kabupaten Serang Banten yang menjadi lahan terdampak proyek jalan tol ini.
Alhasil, pihak pemerintah daerah perlu memastikan bahwa keempat sekolah tersebut dibangun ulang.
Tindak lanjut lahan terdampak Proyek Jalan Tol Banten ini dilakukan agar para siswa tidak kehilangan tempat belajar.
Sebagai informasi, ruas tol yang dimaksudkan di sini adalah lintasan Serang-Panimbang.
Jalan tol sepanjang 83,67 kilometer ini merupakan proyek strategis nasional Banten yang dibangun menjadi 3 seksi.
Seksi I bermula dari wilayah Serang hingga Rangkasbitung. Selanjutnya, seksi II menembus hingga Cileles.
Baca Juga: Telah Mangkrak Selama 22 Tahun, Jalan Tol Becakayu Dilanjutkan dengan Dana Rp7,2 Triliun
Sementara trase terakhir seksi III berakhir di wilayah Panimbang, Banten.
Kembali terkait 4 sekolah terdampak proyek tol ini, pihak Pemerintah Kabupaten Serang mengungkap daftarnya.
“Ke empat SDN tersebut di antaranya, SDN Cipete di Kecamatan Kragilan, SDN Inpres, SDN Cilayangguha dan SDN Seba berada di Kecamatan Cikeusal,” dikutip inNalar.com dari Portal Informasi Pemerintah Kabupaten Serang.
Teranyar, pembangunan Jalan Tol Banten ini tengah fokus pada penyelesaian seksi III sepanjang 33 kilometer.
Proses pembangunannya pun melalui serba-serbi persoalan lahan terdampak, salah satunya ada makam keramat.
Pelaksana proyek pun perlu melalui prosesi pemindahan Makam Keramat Cisapi guna muluskan progres.
Sebagai informasi tambahan, biaya pembangunan jalan tol ini sendiri memakan anggaran hingga Rp8,58 triliun.
Per April 2024, proyek Tol Serang-Panimbang Banten seksi terakhir sudah melampaui progres lebih dari 50 persen.
“Telah mencatatkan progres sebesar 50,1%,” ungkap Direktur Utama Wijaya Karya, dikutip inNalar.com dari Wika.
Progres seksi II pun dikabarkan terus dikebut pengerjaannya, sehingga nantinya dapat selesai beriringan.
Proyek tol ini disebut telah menyerap sekitar 1300 tenaga kerja dan menggaet sejumlah UMKM.
Sekadar informasi, Tol Serang-Panimbang Banten seksi I sudah beroperasi.***