

inNalar.com – Pada salah satu sesi kajian keislaman, Ustadz Khalid Basalamah membahas mengenai satu amalan yang bisa bikin rezeki datang bertubi-tubi.
Menurut Ustadz Khalid Basalamah, rezeki pun seketika mengalir deras jika kita mengamalkan bacaan pendek ini secara rutin.
Ustadz Khalid Basalamah kemudian membacakan QS Nuh ayat 11 -12 dan menjelaskan bagaimana amalan pendek ini bisa mendatangkan rezeki yang bertubi-tubi kepada kita.
Baca Juga: Bukan Zina! Ini Perbuatan yang Buat Allah Enggan Melirik Hambanya Kata Ustyadz Khalid Basalamah
Lebih lanjut, Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa di dalam kedua ayat tersebut, diterangkan bahwa Allah pasti akan menurunkan hujan yang lebat dari langit.
Adapun makna kalimat dalam ayat tersebut, secara pengertian bahasa, hujan diketahui menjadi sumber rezeki untuk penghidupan manusia, demikian menurut penjelasan Ustadz Khalid Basalamah.
Sementara makna tafsir dari ayat yang menerangkan bahwa Allah akan menurunkan rezeki dari langit dijelaskan dalam penuturannya sebagai berikut.
Baca Juga: Amalan Sepele Ini Paling Dicintai Allah Kata Ustadz Khalid Basalamah
“Makna tafsirnya adalah dia akan turunkan dari langit rezeki-rezeki yang ‘midraar’,” kata Ustadz Khalid Basalamah.
Lebih dalam lagi, Ustadz Khalid Basalamah menerangkan bahwa arti kata ‘midraar’ adalah bertubi-tubi.
Artinya, Allah ta’ala akan melipatgandakan rezeki kita berupa harta dan keturunan, serta melebatkan kebun-kebun lalu memperbanyak sumber air berupa sungai untuk setiap muslim yang berusaha mengamalkan bacaan pendek ini.
Ustadz Khalid Basalamah kemudian membagikan sebuah kisah tentang dahsyatnya amalan pendek ini bagi datangnya rezeki yang bertubi-tubi.
Diksahkan oleh Ustadz Khalid Basalamah tentang Imam Ahmad, kala itu ia sangat ingin bersafar menuju satu kota yang tidak dikenalinya. Padahal, dirinya memahami bahwa tidak ada alasan khusus atas rencana safarnya tersbut.
Ustadz Khalid Basalamah melanjutkan kisahnya bahwa setelah Imam Ahmad tiba di kota tersebut, ia pun melaksanakan ibadah di salah satu masjid di kota antah-berantah itu.
Baca Juga: Suami-Istri Wajib Tahu! Ternyata Ini Godaan Iblis yang Membuat Rumah Tangga Berujung Perceraian
Usai beribadah, ia pun memutuskan untuk beristirahat di salah satu sudut masjid. Kemudian, seorang marbot masjid menghampirinya dan memintanya untuk pergi meninggalkan masjid sebab, menurut Ustadz Khalid Basalamah, tidak diperkenankan untuk beraktivitas di masjid selain untuk beribadah.
Lalu, Imam Ahmad pun memutuskan untuk beristirahat di teras masjid, tetapi lagi-lagi marbot masjid mengusirnya hingga ke salah satu bahu jalan keluar area masjid.
Seketika ada seorang penjual roti melihat kejadian pengusiran yang dialami oleh Imam Ahmad, sembari berkata “Wahai, syeikh, kesinilah, ada tempat saya,” ujar Ustadz Khalid Basalamah saat memperagakan gaya bicara penjual roti tersebut.
Lalu, Imam Ahmad pun dipersilakan oleh penjual roti itu untuk menginap semalam di salah satu kamar yang telah disediakan di rumah usaha miliknya.
Menariknya, Imam Ahmad menangkap bahwa ada satu amalan yang sangat unik dari pria penjual roti tersebut, ungkap Ustadz Khalid Basalamah.
Imam Ahmad melihat sang penjual roti terus melafazkan istighfar setiap kali ia melakukan gerakan mengadon roti.
Baca Juga: Natasha Rizki Bantah Isu Perselingkuhan Desta dan Gege Elisa dengan Suara Bergetar
Sontak, Imam Ahmad tergerak untuk bertanya kepada pria tersebut tentang sudah berapa lama dirinya telah mengamalkna bacaan pendek istighfar ini dan apa hasilnya bagi dirinya.
Sang pria penjual roti itu pun menjawab bahwa ia selalu beristighfar seperti ini sejak dirinya muda.
Adapun hasil dari istighfarnya, Ustadz Khalid Basalamah lanjut berkisah, sang pria itu merasa bahwa segala yang diminta olehnya kepada Allah selalu dikabulkan, kecuali satu.
Satu yang belum dikabulkan oleh Allah ialah sang penjual roti itu sangat ingin dipertemukan dengan Imam Ahmad.
Imam Ahmad pun terperanjat dan dengan spontannya, ia bertakbir.
Pada akhir kisahnya, Ustadz Khalid Basalamah pun menyimpulkan bahwa sebab istighfarnya lah, Imam Ahmad tergerak untuk pergi ke kota itu.
Selain itu, sebab istighfarnya lah Imam Ahmad diminta pergi dari masjid tersebut dan dipertemukan dengan penjual roti itu.
Sebab istighfarnya pula, Imam Ahmad dipertemukan dengan sang penjual roti itu atas kehendak Allah.***