

inNalar.com – Bendungan Bener sudah dibangun sejak Oktober 2018 lalu serta ditargetkan akan selesai pada Desember 2024.
Bendungan Bener memiliki daya tampung mencapai 92 juta m3 serta berfungsi sebagai penyedia irigasi lahan seluas 15.519 hektare.
Tidak hanya lahan, Bendungan Bener juga akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan air baku rumah tangga, industri dan kota sebanyak 1.500 liter per detik.
Tepatnya menuju 3 kabupaten. Seperti Purworejo, Kulon Progo, Kebumen, termasuk Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Untuk lokasi bendungannya sendiri ada di Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Dilansir dari laman Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, proyek tersebut dapat memberikan suplai energi listrik sebesar 10 MW.
Selain itu, dapat dimanfaatkan pula untuk mereduksi banjir yang awalnya 584 m3/detik menjadi 178 m3/detik.
Diketahui, Proyek Strategis Nasional (PSN) ini memiliki nilai fantastis yakni mencapai Rp2,06 triliun.
Sumber dananya sendiri memanfaatkan APBN dengan sumber air bendungan di Purworejo ini dari Sungai Bogowonto.
Baca Juga: 3 Jurnalis Palestina Meregang Nyawa Akibat Serangan Udara Israel di Kota Gaza Barat
Yaitu salah satu sungai terbesar yang ada di Provinsi Jawa Tengah.
Bendungan Bener juga akan difungsikan sebagai daerah pariwisata dan konservasi DAS Bogowonto pada bagian hulunya.
Tentunya, bangunan di Purworejo tersebut sangat dinantikan kehadirannya oleh masyarakat setempat.
Terdapat sejumlah perusahaan yang ikut menggarapnya sesuai dengan paket proyek yang diperoleh.
Seperti PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, serta Pt Brantas Abipraya.
Bendungan Bener di Purworejo ini sendiri akan memanfaatkan sistem Building Information Modeling (BIM) sehingga pengerjaannya diharapkan lebih hemat dan cepat.***