Aliri 90 Ribu Hektar Pertanian, Pembangunan Bendungan Rp6,5 Triliun di Jawa Barat Sampai Lalui 6 Kali Pergantian Presiden


InNalar.com –
Ternyata untuk membangun bendungan terbesar ke-2 di Indonesia, pemerintah membutuhkan waktu yang sangat lama.

Adapun bendungan tersebut berada di kabupaten Sumedang, provinsi Jawa Barat.

Disebut lama, sebab untuk membangun infrastruktur tersebut Indonesia sampai mengalami pergantian presiden sebanyak 6 kali.

Baca Juga: Jumlah Laba Bersih Meroket, PT Samator Indo Gas Tbk Catatkan Penurunan Besaran Utang

Pasalnya, gagasan untuk membangun infrastruktur tersebut telah muncul sejak Indonesia masih dipimpin oleh presiden Soekarno, yaitu pada tahun 1963.

Akan tetapi, ternyata pembebasan lahannya baru dilakukan pada tahun 1988, saat Soeharto telah menjadi presiden.

Walau begitu, ternyata bangunan ini baru dibangun saat Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden pada tahun 2007.

Baca Juga: Usai 7 Tahun Meredup, Pemprov Jawa Barat Bakal Lanjutkan Proyek LRT Bandung Raya Senilai Rp13 Triliun, Nyambung Kereta Cepat Whoosh?

Setelah mulai konstruksi pada tahun 2007, akhirnya pembangunan waduk ini rampung dan telah diresmikan pada tahun 2015 semasa presiden Indonesia adalah Joko Widodo.

Dengan kata lain, maka waktu yang dibutuhkan untuk membangun bendungan yang berada di kabupaten Sumedang ini yaitu selama 52 tahun dan telah melalui pergantian presiden sebanyak 6 kali, dari Soekarno hingga Jokowi.

Perlu diketahui, infrastruktur ini diklaim merupakan bendungan terbesar ke-2 di Indonesia.

Baca Juga: Membentang 150 Km, Proyek Jalan Tol Pontianak-Singkawang di Kalimantan Barat Bisa Dorong Mempawah Jadi One Stop Service Investor

Dilansir InNalar.com dari laman Pemkab Sumedang, genangan air yang terdapat pada waduk ini saja meliputi 28 desa di Kecamatan Wado, Kecamatan Darmaraja, Kecamatan Jatigede dan Kecamatan Jatinunggal.

Maka tak heran jika bendungan atau waduk ini memiliki kapasitas tampung sebanyak 979,5 juta meter kubik air.

Bahkan saking besarnya, waduk tersebut mampu mengaliri lahan pertanian hingga 90.000 hektar di daerah Jawa Barat.

Baca Juga: Dibangun 52 Tahun, Bendungan Terbesar Senilai Rp3 Triliun di Jawa Barat Ternyata Sempat Molor hingga Terima 2000 Aduan

Selain itu, waduk ini juga memiliki potensi untuk dijadikan pembangkit listrik tenaga air berdaya 110 MW.

Anggaran yang dikeluarkan untuk membangun waduk terbesar ke-2 ini pun tidak tanggung-tanggung.

Diketahui dana yang dikeluarkan untuk membangun infrastruktur waduk ini yaitu sebanyak 467 juta US dolar. Jumlah tersebut setara dengan Rp 6.538.000.000.000.

Baca Juga: Link Live Streaming Arsenal vs Crystal Palace di Liga Inggris 2023-2024: Kesempatan The Gunners Kangkangi Aston Villa

Sementara nama dari infrastruktur yang menyandang gelar terbesar ke-2 di Indonesia ini adalah Bendungan Jatigede. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]