Aliri 55 Ribu Rumah! Gandeng Jepang dan China, Sumatera Selatan Akan Miliki PLTP Kedua, Benarkah?

InNalar.com – Sumatera Selatan tengah membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

Adapun PLTP yang tengah dibangun tersebut berada di kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Bagi yang merasa asing, PLTP sebenarnya memiliki sistem kerja yang sama dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Baca Juga: Panjangnya Mencapai 800 Kilometer, Inilah Sungai Terpanjang yang Terletak di Kota Jambi, Namanya…

Akan tetapi, PLTP sendiri memanfaatkan energi dari panas bumi yang nantinya akan menghasilkan listrik.

Nah jadi PLTP itulah yang tengah dibangun di daerah Muara Enim, Sumatera Selatan.

Sekedar informasi, pada informasi yang dirilis situs resmi sumber daya manusia, pada tahun 2018 terdapat 13 PLTP yang telah beroperasi di Indonesia.

Baca Juga: Capai Kapasitas 30 Juta Meter Kubik! Bendungan Sungai Pinoh Kalimantan Barat Ini Mampu Atasi Banjir Sintang?

Sebab itulah Indonesia menjadi salah satu negara dengan sumber daya panas bumi terbesar di dunia.

Sedangkan pembangkit listrik yang tengah dibangun di Sumatera Selatan tersebut adalah proyek PLTP Lumut Balai Unit 2.

PLTP Lumut Balai Unit 2 sendiri berada di Desa Penindaian, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Baca Juga: Total 438 Menara dengan Tegangan 150 kV, Proyek Interkoneksi Kalteng-Kalbar Akan Rampung Tahun 2024?

Ditargetkan rampung pada tahun 2024, PLTP Lumut Balai Unit 2 ini memiliki kapasitas sebesar 55 MW.

Dilansir InNalar.com dari muaraenimkab.go.id, PLTP di Muara Enim ini mampu memberikan suplai listrik bagi 55 ribu rumah di daerah Sumatera Selatan.

Hebatnya, PLTP yang berada di Muara Enim ini merupakan pembangkit listrik kedua yang ada di daerah tersebut.

Baca Juga: Luasnya 230 Ha, Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Sempat Rusak Sekarang Jadi yang Terbesar di Aceh

Pasalnya PLTP Lumut Balai sendiri telah memiliki satu unit berkapasitas 1 x 55 MW yang terletak di Kecamatan Semendo Darat Laut, Kabupaten Muara Enim.

Dilanjutkan pada pembangunan PLTP kedua akan berjarak sekitar dua kilometer dari unit pertama.

Adapun dalam pengembangan infrastruktur hijau ini, Indonesia telah bekerja sama dengan Jepang, dan China.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]