Aliri 3.604 ha Lahan, Bendungan di Kolaka Timur Sultra Senilai Rp845 Miliar Ini Dananya Membengkak Sampai…

inNalar.com – Pembangunan bendungan di Sulawesi Tenggara ini cukup menarik perhatian.

Bendungan yang bernama Bendungan Ladongi ini berada di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Meski berada di satu kabupaten, bendungan ini dapat mengaliri lahan pertanian di empat kabupaten berbeda, yakni Kolaka, Kolaka Timur, Konawe, dan Konawe Selatan.

Baca Juga: Jokowi Cuan Jelang Lengser di Pilpres 2024, Segini Harta Kekayaan Sang Presiden RI, Naik Hingga Rp50 Miliar!

Adapun pembangunan dari bendung air ini dilaksanakan sejak tahun 2016 dan diresmikan pada tahun 2021 silam.

Tujuan dari dibangunnya bendungan ini adalah untuk mengoptimalkan potensi aliran Sungai Ladongi sebagai sumber daya air bagi masyarakat di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara.

Dilansir inNalar.com dari Kementerian PUPR, Bendungan Ladongi ini memiliki daya tampung sebesar 45,95 juta meter kubik dengan menahan aliran Sungai Ladongi.

Baca Juga: Dijodohkan dengan Happy Asmara, Aditya Halindra Bupati Tuban Jawa Timur Punya Harta Melimpah, Segini Totalnya!

Selain itu, bendung air ini juga memiliki luas genangan beserta area sabuk hijau seluas 246,13 hektare.

Air yang tertampung di bendung air ini digunakan untuk mengaliri lahan pertanian seluas 3.604 hektare yang berada di Kabupaten Kolaka Timur dan kabupaten lain di sekitarnya.

Selain sebagai irigasi, Bendungan Ladongi juga dimanfaatkan sebagai sumber air baku sebesar 0,12 meter kubik per detik.

Baca Juga: Adu Harta Keluarga Jokowi, Gibran Rakabuming vs Bobby Nasution, Siapa yang Paling Kaya Raya?

Bendung air ini juga dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik sebesar 1,3 Megawatt (MW) dan juga sebagai pengendali banjir dengan debit air mencapai 132,25 meter kubik per detik.

Pembangunan dari bendungan dengan banyak manfaat ini dilakukan oleh PT Hutama Karya (Persero) yang bekerja sama dengan PT Bumi Karsa (KSO).

Pengerjaan dari bendung air bertipe urugan batu dengan tanah lempung ini dilakukan dalam dua paket yang berbeda.

Paket I dilakukan pada tahun 2016 hingga 2020. Selanjutnya, paket II dikerjakan mulai tahun 2019 hingga 2021.

Adapun biaya yang dianggarkan untuk pembangunan Bendungan Ladongi ini awalnya adalah sejumlah Rp 845 miliar.

Namun, dalam pembangunan hingga selesai pengerjaan, biayanya melambung naik sampai menyentuh angka Rp 1,2 triliun.

Dana pembangunan Bendungan Ladongi ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN.

Meski begitu, bendung air ini berhasil diresmikan oleh Presiden Jokowi pada Desember 2021 lalu.

Menariknya, berbeda dengan peresmian di bendung air lainnya, peresmian Bendungan Ladongi yang ada di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara ini dilakukan dengan menaiki perahu naga.

Presiden Jokowi beserta rombongannya mendayung perahu naga di atas bendungan. Di saat yang sama, Presiden Jokowi juga menyampaikan penyataan peresmian Bendungan Ladongi.***

Rekomendasi