Alexis Messidoro Mendapat Tekel Brutal dari Pemain Persikabo 1973, Keputusan Wasit Liga 1 Banjir Kritik


inNalar.com – Alexis Messidoro menerima tekel brutal dari pemain Persikabo 1923. Hal ini membuat kinerja wasit Liga 1 kembali dikritik.

Momen ini terjadi saat Alexis Messidoro melakukan serangan balik di menit 64. Saat itu tiba-tiba ada pemain Persikabo 1973 bernama Didik Wahyu yang melakukan pelanggaran.

Didik Wahyu sengaja menghentikan laju Alexis Messidoro dengan tekel brutal yang terlihat tidak ada maksud untuk mengambil bola.

Akibat tekel brutal ini akhirnya membuat Dwi Susilo selaku wasit Liga 1 yang bertugas di laga itu memberikan Didik Wahyu kartu kuning.

Kejadian ini lantas ramai di media sosial karena pemain Persikabo 1973 tersebut dinilai seharusnya mendapatkan kartu merah.

Baca Juga: Prediksi BRI Liga 1 2022 Hari Ini: Persik vs Madura United, Kedua Tim Punya Misi Tersendiri di Laga Ini

Tommy Desky yang merupakan pengamat sepakbola juga turut bereaksi atas kejanggalan kartu yang diberikan pada laga Persis vs Persikabo 1973 tersebut.

Kontroversi Wasit

Menurut Tommy, pelanggaran yang dilakukan Didik Wahyu termasuk ke dalam pelanggaran amat serius karena menggunakan tenaga berlebih dan tidak ada niat memainkan bola.

Didik Wahyu dalam aksinya terdapat potensi untuk mencederai lawan. Oleh karena itu Tommy menganggap jika hukuman yang tepat adalah kartu merah.

Sebelum kejadian ini terjadi, Tommy sempat bertanya kepada Ahmad Riyadh selaku komite wasit Liga Indonesia. Dirinya sempat bertanya tentang kontroversi yang dibuat oleh wasit.

Namun Ahmad Riyadh justru menganggap hal ini wajar karena liga-liga di luar negeri juga wasitnya melakukan kontroversi.

Baca Juga: Thomas Doll Kecewa Persija Jakarta Gagal Memaksimalkan Peluang saat Lawan Persis Solo hingga Akui Layak Kalah

Lebih lanjut Riyadh juga mengatakan jika kualitas wasit merupakan cerminan dari kedisiplinan masyarakat Indonesia.

Selain itu Tommy juga memberikan analisanya terhadap perkembangan sepak bola Indonesia. Menurutnya aksi wasit yang semacam ini bisa membuat sepak bola menjadi tidak sehat.

Apabila sepak bola Indonesia sudah dinilai tidak sehat, maka industri yang coba dibangun melalui datangnya sponsor nantinya juga akan terhambat.

Bagi Tommy, kurang tegasnya wasit yang hanya memberikan kartu kuning tidak akan memberikan efek jera untuk pemain. Hal ini juga akan merugikan pemain yang dilanggar ataupun dari permainan.

Hal-hal teknis permainan seperti gagalnya sebuah tim melakukan serangan balik menyebabkan sepak bola juga tidak bisa berkembang.

Baca Juga: Pelatih Muhammad Ridwan Ingin Mentalitas Skuad PSIS Terus Berlanjut di Laga Berikutnya Usai Raup 2 Kemenangan

Tommy juga menyoroti tentang potensi masa depan, menurutnya permainan keras di Liga 1 bisa mempengaruhi pemain muda.

Tontonan Liga 1 yang bisa dinikmati oleh seluruh kalangan apabila disuguhkan permainan yang tidak sportif akan mempengaruhi mental anak kecil yang menyaksikan.

Faktor-faktor ini terkesan sepele namun Tommy berpendapat jika kejadian semacam ini sering ditonton oleh calon pesepakbola, maka akan terekam dalam memorinya dan menganggap wajar pelanggaran semacam itu.

Tentunya keputusan yang diambil oleh wasit di kompetisi Liga 1 wajib ditindaklanjuti oleh komite yang bersangkutan agar permainan kedepan lebih fair play. ***  

Rekomendasi