Alasan Penyakit Kronis Sulit Disembuhkan, dr. Cahyono: Kebiasaan yang Sering Jadi Penyebab adalah…

inNalar.com –  Penyakit kronis, sering dikenal sebagai suatu hal yang sulit untuk disembuhkan.

Beberapa diantaranya timbul secara tiba-tiba pada tubuh, dan langsung terdiagnosa sebagai penyakit kronis.

Namun penyakit kronis juga bisa terjadi dengan berbagai tanda-tanda yang terkadang disepelekan.

Baca Juga: Mengandung Vitamin C Lebih Tinggi dari Lemon, dr Cahyono Ungkap Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan

Dr. Cahyono mengungkapkan dalam kajian, tentang mengapa penyakit kronis sulit untuk disembuhkan atau bahkan dianggap tidak bisa disembuhkan.

Setidaknya ada 3 penyebab, yang menjadi alasan penyakit kronis susah untuk disembuhkan, yakni:

1. Gaya hidup yang keliru

Nabi Muhammad SAW, menjadi salah satu orang tersehat di muka bumi.

Nabi Muhammad SAW sehat, bukan dengan cara instan, melainkan  karena banyaknya ikhtiar yang Nabi lakukan.  

Baca Juga: Obat Berbagai Macam Penyakit, dr. Cahyono: Allah Sudah Siapkan Penawar Racun Sebagai Anti Oksidan, Apa itu?

Kehidupan Rasulullah SAW adalah contoh yang kita patut ikuti, Nabi makan di saat lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang.

Ada sabda Rasulullah yang berbunyi “sisakan perutmu untuk  1/3 makanan, 1/3 air, dan 1/3 udara. Artinya disini, makan jangan berlebihan.

Dalam sejarah menyebutkan, Rasulullah SAW jarang sekali makan malam, dan ternyata hasil penelitian pun membenarkan apa yang dikerjakan oleh Nabi.

Seseorang dengan kebiasaan makan kurang dari 4 jam sebelum tidur malam, dapat menyebabkan gangguan metabolisme tubuh, dan rusaknya fungsi darah.

Baca Juga: Jadi Pelumas di Tubuh, Manfaat Kolesterol Menurut dr. Cahyono, Ini Cara Agar Tidak Jadi Penyakit!

Meningkatnya 4 kali lipat racun di malam hari, disaat ada makanan dalam perut saat tidur, membuat masuknya ke dalam sirkulasi darah, dan menyebabkan berbagai macam penyakit.

Selain itu yang perlu diperhartikan, Indonesia termasuk penderita penyakit prostat terbesar di Asia Tenggara, penyebabnya adalah kebiasaan buang air kecil secara berdiri.

Padahal, Nabi sudah memberikan contoh untuk buang air kecil sambil duduk atau jongkok.

Hal ini dikarenakan, jika buang air kecil sambil berdiri, besar kemungkinan masih ada sisa air seni, di dalam kandung kemih yang belum keluar.

Adapun sambil duduk, otot-otot pinggul membantu keluarnya air seni dari kandung kemih hingga tuntas.

Pola hidup Nabi Muhammad inilah, yang seharusnya diterapkan dalam detail kehidupan, agar menjadi pedoman dan membawa keberkahan juga kesehatan bagi tubuh.

2. Pengobatan yang Tidak Tepat 

Banyak orang berobat, khususnya yang memiliki penyakit kronis, penyafokus pengobatannya adalah kepada akibat, bukan penyebab.

Maka jika ada penyakit, yang lebih harus dulu dicari adalah penyebabnya.

Karena jika hanya mencari akibat, banyak penyebab yang tidak ketahuan, dan akhirnya salah dalam melakukan pengobatan. Contohnya seperti:

a. Sakit jantung. Diagnosa pertama adalah sakit jantung, namun ternyata setelah diperiksa, ada plek di usus besar.

Penyebabnya adalah banyak sisa makanan dan tinja yang menempel, kemudian mengering, mengasilkan gas.

Sehingga, yang diobati seharusnya bukan jantungnya, melainkan ususnya.

b. Asam urat. Penyebab asam urat sebenarnya adalah, terganggunnya fungsi organ ginjal yang berfungsi sebagai filter darah.

Darah, merupakan cairan dalam tubuh yang banyak berisi racun, sehingga pentingnya proses filter darah.

Jika organ ginjal tidak dapat memfilter darah dengan baik, maka racun tidak dapat disaring dengan baik, sehingga dapat  menyebabkan penyumbatan pada pembuluh darah, dan berubah menjadi asam urat.

Sehingga yang harusnya diobati adalah ginjal nya, sebagai penyebab awal terjadinya asam urat.  

Maka dari itu, banyak penyakit yang tak kunjung sembuh, karena salah diagnosa dan pengobatan.

Baca Juga: Lakukan Pencegahan Sebelum Penyakit Datang, dr Cahyono Ungkap Prinsip Penting Soal Cek Kondisi Kesehatan Tubuh

3. Ketahuannya Sudah Terlanjur Parah

Sebenarnya tubuh sering memberikan alarm-alarm sebagai tanda bahwa ada yang salah dalam tubuh, namun banyak orang yang hanya mengobati alarmnya saja.

Bukan pada penyakit sumbernya, seperti sakit pusing yang sering dialami, yang ternyata memberikan alarm bahwa ada yang salah dengan perut kita.

Namun, dalam prakteknya banyak orang yang hanya mengobati pusingnya saja.

Adapun alarm tubuh yang menandakan adanya racun masuk, dan bisa membentuk penyakit kronis jika tidak segera diperiksakan, yakni diantaranya dengan tanda-tanda awal sebagai berikut:

– Sering kesemutan
– Sering lelah
– Sering capek
– Nafas pendek
– Sering migrain, dan seterusnya.

Itulah penjelasan terkait penyebab terjadinya penyakit kronis hingga beberapa gejala yang dapat dicegah. *** (Putri Royhanah Azzahro)

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]