Alasan Mega Proyek PLTB Yogyakarta dengan Investasi Rp 1,5 Triliun Tak Kunjung Terwujud

inNalar.com – Mega proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Yogyakarta, yang direncanakan untuk menghasilkan energi dari angin, telah menelan investasi hingga Rp 1,5 triliun.

Meskipun proyek ini dijanjikan sebagai solusi energi terbarukan yang besar bagi Pulau Jawa, hingga kini pembangunan PLTB tersebut belum juga terealisasi dan hanya tinggal wacana.

Indonesia sendiri telah mendorong pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya menuju keberlanjutan energi.

Baca Juga: Rogoh Investasi Hampir Rp4.000 Triliun, Prabowo Pilih Provinsi Ini buat Bangun Tenaga Nuklir

Di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, sejumlah mega proyek EBT, termasuk pembangkit listrik tenaga angin, dicanangkan untuk memenuhi kebutuhan energi di masa depan, khususnya di Pulau Jawa.

Salah satunya adalah pembangunan PLTB di Yogyakarta yang digagas sejak tahun 2015.

Sebagai informasi, PLTB berbeda dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) karena menggunakan energi angin untuk menghasilkan listrik.

Baca Juga: KPR BRI Property Expo 2024 Berikan Promo Suku Bunga Ringan & Keuntungan Menarik untuk Rumah Impian

Di PLTB, turbin angin yang besar dipasang di lokasi yang memiliki potensi angin yang tinggi, seperti di puncak gunung atau sepanjang pantai.

Ketika angin berhembus, baling-baling turbin berputar dan menggerakkan generator untuk menghasilkan energi listrik.

Melansir Bantulkab.go.id pada Senin, 18 November 2024, pembangunan PLTB di Yogyakarta direncanakan akan berlokasi di sepanjang pesisir Pantai Samas, Bantul.

Baca Juga: BRI Peduli Berdayakan Eks Pekerja Migran Indonesia di Indramayu Demi Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Lokal

Beberapa desa yang terlibat dalam proyek ini, seperti Desa Srigading, Desa Tirtohargo, dan Desa Poncosari, akan menjadi lokasi pemasangan turbin angin berukuran besar dengan diameter hingga 60 meter.

Setiap turbin akan memiliki ketinggian mencapai 120 meter dan dapat menghasilkan daya hingga 2 juta watt.

Proyek PLTB ini didanai melalui investasi besar dari PT UPC Renewables, perusahaan asal Amerika Serikat yang beroperasi di Indonesia.

Dengan total anggaran sekitar US$ 134 juta (setara Rp 1,5 triliun), proyek ini direncanakan untuk membangun 33 turbin angin sepanjang Pantai Selatan Yogyakarta.

Setiap turbin angin yang direncanakan akan menghasilkan kapasitas hingga 2 megawatt (MW), yang dapat menyediakan listrik untuk sekitar seperdelapan populasi Yogyakarta.

Diharapkan, PLTB ini akan berkontribusi sebesar 50 MW, membantu memenuhi kebutuhan energi di Pulau Jawa.

Namun, meskipun sudah mendapatkan peresmian dari Presiden Joko Widodo, proyek ini terhenti karena sejumlah kendala. PT UPC Renewables mengungkapkan bahwa masalah teknis dan ekonomi menjadi hambatan utama.

Salah satunya adalah harga beli listrik yang ditawarkan oleh PT PLN yang dinilai tidak menguntungkan secara ekonomi, sehingga membuat proyek ini tidak bisa dilanjutkan.

Walaupun pengembangan PLTB Yogyakarta belum mencapai tahap konstruksi, proyek ini tetap menunjukkan potensi besar dalam kontribusinya terhadap pemenuhan kebutuhan energi terbarukan di Indonesia.

Namun, tantangan dari segi ekonomi dan teknis menunjukkan betapa kompleksnya implementasi proyek energi terbarukan dalam skala besar.

Rekomendasi