Alasan Kenapa ASEAN Kerja Sama dengan Kuwait, Ternyata Ini 7 Kelebihan dari Negara Penghasil Minyak Itu


inNalar.com –
Kuwait memang sering diibaratkan sebagai surga kecilnya jazirah Arab, karena panas teriknya matahari yang menghampiri padang pasir akan leleh seketika dengan kehidupan makmur penduduknya.

Memiliki kerjasama dengan Kuwait merupakan salah satu keberuntungan untuk meningkatkan perekonomian di dunia dan di Jazirah Arab lewat tenaga kerja.

Tidak terkecuali organisasi kawasan di Asia Tenggara yaitu ASEAN. Pada Senin, 4 September kemarin ASEAN berhasil meningkatkan kerjasama dan menandatangani perjanjian dengan Kuwait di acara KTT Asean Jakarta 2023.

Baca Juga: Ditantang Makan Roti Pakai Daun Sirih, Reaksi TikTokers Ini Malah Bikin Ngakak Warganet

Peluang kerjasama yang lebih erat ini akan menguntungkan ASEAN dan Kuwait, terutama Kuwait memiliki beberapa kelebihan yang dapat diperhitungkan dunia.

Berikut kelebihan yang dimiliki negara Kuwait:

  1. Mitra Dagang Kuwait

Mitra dagang dan negara tujuan ekspor Kuwait merupakan negara-negara besar di dunia seperti pada tahun 2021 ekspor Kuwait ke China mencapai USD 16 miliar, India USD 8,72 miliar, Korea Selatan USD  7,23 miliar, dan Jepang USD 5,79 miliar.

Baca Juga: Viral, Inilah Sosok Asri Hartanti, Warga Wonogiri yang Jago Berbahasa Inggris, Ternyata Profesinya…

  1. Gaji yang Tinggi untuk Pekerja

Pada tahun 2023 gaji seorang pekerja di Kuwait rata-rata bisa mencapai USD 4.500 atau senilai Rp 68,7 juta (Kurs Rp. 15.271), gaji pekerja di perusahaan mikro dengan kurang lebih 15 karyawan mencapai USD 2.700 atau Rp 41,2 juta

Pada perusahaan kecil dengan 100 karyawan gaji pekerja di Kuwait mencapai USD 4.050 atau Rp 61,8 juta, sedangkan gaji pekerja pada perusahaan dengan lebih 100 karyawan bisa mencapai USD 4.950 atau Rp 75,5 juta.

Pada perusahaan besar yang memiliki lebih dari 250 karyawan, gaji pekerja bisa mencapai hingga USD 6.300 atau senilai Rp 96,2 juta.

Baca Juga: Jaraknya 211 Km, Inilah 5 Kabupaten Terjauh dari Ibukota Provinsi Jawa Timur, Nomor 1 Banyuwangi?

  1. Tidak Ada Pajak Penghasilan

Salah satu alasan mengirim pekerja ke Kuwait adalah langkah yang bagus karena negara itu tidak membebankan pajak penghasilan kepada para pekerja. Tidak ada pajak kekayaan bersih, bea warisan, warisan atau hadiah, juga tidak ada pajak pengiriman dana dari Kuwait.

Pemerintah juga memberikan subsidi biaya bahan makanan pokok, bensin, listrik, serta sistem layanan kesehatan yang membuat rakyatnya sejahtera, serta meskipun dengan gaji tinggi rakyat bisa menerima biaya hidup rendah dan layanan yang prima.

  1. Kekayaan yang Ditopang Minyak

Sumber kekayaan negara Kuwait ditopang oleh produksi minyak mereka. Kuwait diperkirakan memiliki cadangan minyak sebesar 9,6% dari total cadangan minyak dunia atau setara dengan 94,8 miliar barel.

Kuwait menempati peringkat ketiga di dunia setelah Arab Saudi dan Irak, selain itu minyak Kuwait diperkirakan bisa bertahan hingga 100 tahun mendatang.

Selain itu Kuwait kini mengembangkan industri manufaktur hingga sektor teknologi seperti perbelanjaan online dan startup.

  1. Diperhitungkan dunia karena nilai minyak

Kuwait menjadi negara yang diperhitungkan dunia didukung dengan perekonomian yang kuat dan berkembang.

Selain karena produksi minyak dan cadangan minyak yang melimpah yang membuat pendapatan per kapita tinggi, mata uang Kuwait atau Kuwait Dinar juga termasuk terkuat di dunia.

Kontrol modal di Kuwait juga termasuk terbaik di dunia dengan peraturan yang ketat mengenai arus modal yang keluar dan masuk.  

Tak hanya sebagai negara anggota PBB, Kuwait juga termasuk negara penting yang menjadi pemrakarsa terbentuknya GCC atau Dewan Kerjasama untuk Negara Arab di Kawasan Teluk.

  1. Ekosistem yang aman dan sehat untuk pengusaha

Kuwait telah menarik perhatian dunia usaha di seluruh dunia. PDB negara ini relatif tinggi, pajak yang rendah, dan lingkungan yang ramah untuk bisnis.

Kuwait juga tak segan-segan untuk memberikan insentif yang lebih besar bagi investor asing di negaranya. Selain itu pemerintah Kuwait terus mengeluarkan kebijakan dan undang-undang yang mendukung dan mendorong para wirausahan baru terutama di bidang startup.

  1. Sukses memulihkan ekonomi pasca pandemi

Negara mungil ini berhasil sukses untuk memulihkan ekonominya dari Covid-19. Pertumbuhan ekonomi Kuwait tahun 2022 saja diperkirakan melonjak menjadi 8,2% lebih tinggi 1,3% dari tahun 2021.

Pertumbuhan non-minyak meningkat pasca pandemi sebesar 4,0% di tahun 2022 yang mencerminkan permintaan domestik yang kuat dan inflasi yang terkendali dengan sangat baik.

Keseimbangan fiskal dan eksternal Kuwait juga meningkat karena pendapatan minyak yang lebih tinggi yang menyebabkan surplus fiskal dan PDB tahun 2022 meningkat menjadi 22,5%.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]