

inNalar.com – Pada 30-31 Oktober 2022 mendatang, Indonesia akan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, Presiden Jokowi mengundang Presiden Ukraina (Volodymyr Zelenskyy).
Alasan Presiden Jokowi mengundang Presiden Ukraina itu, karena demi pemulihan ekonomi dunia.
Ada dua faktor yang menyebabkan ekonomi dunia ikut terguncang yakni pandemi Covid-19 dan perang di Ukraina.
‘Kita paham bahwa G20 memiliki peran sebagai katalisator dalam pemulihan ekonomi dunia dan kalau kita bicara mengenai pemulihan ekonomi dunia, maka terdapat dua hal besar yang mempengaruhi saat ini yaitu yang pertama pandemi COVID-19 dan yang kedua perang di Ukraina,’ kata Presiden Jokowi.
Agenda bergengsi dunia ini rencananya akan dihadiri oleh berbagai kepala negara di dunia dan pemerintahan dunia.
‘Dalam konteks inilah maka dalam pembicaraan telepon kemarin, saya mengundang presiden Zelensky untuk hadir dalam KTT G20,’ imbuh Presiden Jokowi.
Baca Juga: 20 LINK TWIBBON Idul Fitri 2022, Lengkap dengan Cara Membuatnya
Dalam keterangannya Presiden Jokowi menyebutkan bahwa telah menelpon Presiden Ukraina itu pada Rabu, 27 April 2022 pukul 15.00.
‘Dalam perbincangan telepon dengan Presiden Ukraina, saya memperoleh update mengenai perkembangan situasi saat ini di Ukraina,’ kata Presiden Jokowi.
Dari pembicaraannya itu, Presiden Jokowi akan membahas juga mengenai permintaan bantuan persenjataan dari Indonesia.
‘Saya menegaskan bahwa sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia dan prinsip politik luar negeri Indonesia melarang pemberian bantuan persenjataan kepada negara lain,’ imbuh Presiden Jokowi.
Namun, Indonesia juga membahas kesiapannya untuk memberi bantuan kemanusiaan.
‘Saya sampaikan mengenai harapan agar perang dapat segera dihentikan dan solusi damai melalui perundingan dapat dikedepankan,’ jelas Presiden Jokowi.
Perlu diketahui bahwa Ukraina bukanlah anggota G20, tetapi dari ketua-ketua sebelumnya pernah mengundang negara lain untuk menghadirinya sebagai tamu.
Invasi Rusia ke Ukraina yang membuat G20 mengutuk keras, dan mengakibatkan pergeseran global, mengancam ekonomi global dan memicu krisis kemanusiaan.
Sebelumnya negara-negara lain telah menyarankan Indonesia untuk mengeluarkan Rusia dan Presiden Vladimir Putin dari daftar kehadiran di KTT G20 mendatang. Tetapi sikap Indonesia menolak dengan mengatakan ‘terlalu cepat untuk memutuskan hal itu’. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi