Alami Kerugian Sebesar Rp933 Miliar, PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) Mencatatkan Penurunan Jumlah Utang

inNalar.com – PT Krakatau Steel Tbk atau KRAS merupakan berusahaan yang bergerak dibidang produksi baja.

Dilansir inNalar.com dari krakatausteel.com, perusahaan ini didirikan pada tahun 1970.

Pada tahun 1973, PT Krakatau Steel Tbk mulai memproduksi pipa spiral untuk pertama kalinya dengan spesifkasi ASTM A252 dan AWWA C200.

Baca Juga: Jika Ketemu Jangan Panik, Ternyata Ini Ulat yang Lagi Cosplay Jadi Ular Kobra, Mirip Banget Kan?

Hingga kemudian kini perseroan ini bergerak di industri baja.

Pada akhir 2022, kapasitas produksi perusahaan ini mencapai 4 juta ton per tahun.

Diketahui pada periode terbaru triwulan III 2023, PT Krakatau Steel Tbk telah mengumumkan laporan keuangannya.

Baca Juga: Laba Bersih Capai Rp557 Miliar, PT Sumber Global Energy (SGER) Bentuk Emiten Baru di Singapura Demi Ekspansi Pasar Mineral di Asia Tenggara, Namanya..

Bersumber dari laporan keuangan resminya, diketahui penjuaan dan pendapatan usaha perusahaan sebesar 1,2 miliar USD atau Rp18,8 triliun.

Sementara itu, jumlah beban pokok penjualannya sebesar 1,1 miliar USD atau setara Rp17,3 miliar.

Jumlah laba bruto perusahaan ini sebesar 106 juta USD atau setara dengan Rp1,6 triliun.

Baca Juga: Diinisiasi Asing, Proyek Pabrik Baru Senilai Rp99 Miliar di Pasuruan Ini akan Dilengkapi 4 Line Produksi Canggih

Jumlah tersebut dikurangkan dengan berbagai beban termasuk pajak, maka diketahui jumlah laba bersihnya.

Dari pengurangan tersebut, diketahui perseroan alami kerugian sebesar 59,3 juta USD atau setara dengan Rp932,7 miliar.

Alami kerugian yang cukup besar, jumlah utang perseroan alami penurunan.

Baca Juga: Shodaqohnya Nggak Main-main, Sultan Blitar Pengikut Gus Iqdam Ini Viral di TikTok Gegara Beri Uang Satu Kecamatan! Terungkap Sosoknya Pemilik…

Pada triwulan III 2023, jumlah utang jangka pendek PT Krakatau Steel Tbk sebesar 2 miliar USD atau setara Rp31,4 triliun.

Sementara itu, jumlah utang jangka panjangnya sebesar 276,3 juta USD atau sebesar Rp4,3 triliun.

Secara keseluruhan jumlah utang perseroan mencapai 2,3 miliar USD atau setara Rp36,1 miliar.

Angka tersebut alami penurunan jika dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 2,6 miliar USD atau setara Rp40,8 triliun.*** 

Rekomendasi