Alami Kebocoran, PT Pertamina EP Tanjung Field Perbaiki Pipa Penyalur Minyak di Kalimantan Selatan, Penyebabnya…

inNalar.com – PT Pertamina EP Tanjung Field melakukan perbaikan pipa penyalur minyak yang mengalami kebocoran di Kalimantan Selatan.

Tepatnya pada pipa distribusi jalur Tanjung – Balikpapan yang berlokasi di Desa Namun, Kec. Jaro, Kab. Tabalong.

Kebocoran ini sendiri terjadi sejak 24 Januari 2024 lalu. Adapun penyebabnya yakni diaktifkannya trunkline pipa yang dipompa pada sucker rod pump di Manunggul untuk transfer minyak ke Balikpapan.

Baca Juga: Investasi Rp15,86 Triliun, PT Freeport Indonesia Bakal Kembangkan PLTGU di Mimika Papua Tengah, Punya Daya Kapasitas Jumbo

Pasalnya, pipa-pipa yang dipakai tersebut sudah tua sehingga mengalami korosi. Akibatnya, tidak mampu lagi menahan tekanan sehingga terjadi kebocoran.

Melansir dari Antara, Pertamina EP Tanjung Field sendiri telah berhasil merampungkan proses perbaikan.

Dony Indrawan selaku Manager Communication Relation & CID PHI-Reg 3 Kalimantan menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan antisipasi atas kebocoran pipa ini.

Baca Juga: Dorong Percepatan Transisi Energi, Pertamina NRE Teken MoU dengan Hitachi Energy Kembangkan Teknologi Konservasi Energi hingga…

Seperti dengan membuat kolam buatan agar tumpahan minyaknya tidak melebar ke area sawah milik penduduk setempat.

Terutama apabila hujan turun sehingga dikhawatirkan terkena ke area sawah seluas 2,4 hektare.

Terlebih jarak kebocoran ini hanya sekitar 250 km saja dari lahan milik masyarakat tersebut.

Baca Juga: Segera Dimulai! Proyek Flyover Sitinjau Lauik Senilai Rp2,8 Triliun di Sumatera Barat Bakal Dilelang, Kapan Digarap?

Diketahui pula bahwa akibat bocornya pipa tersebut menyebabkan bengkel dan rumah karyawan setempat terendam minyak.

Minyak mentah tersebut juga sempat menggangu arus lalu lintas di jalan raya.

Perusahaan ini juga akan memberikan kompensasi bagi warga desa yang terdampak tumpahan minyak.

Baca Juga: Rombak Jajaran Komisaris, Pabrik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di Rembang Jadi Objek Vital Nasional

Dony menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendata estimasi dampak yang dirasakan penduduk sebagai patokan dalam menyalurkan kompensasi tersebut.

Pertamina sebagai perusahaan energi di tanah air ini juga terus berupaya untuk memastikan agar kejadian tersebut tidak mempengaruhi operasi maupun produksi dari PEP Tanjung Filend.

Perusahaan tersebut bahkan telah berkoordinasi pula dengan SKK Migas, pemerintah setempat, hingga pihak yang berwenang dalam pemulihan dan pengelolaan dampak kejadian ini.

Baca Juga: Kejahatan Genosida Terus Berlangsung, Pembekuan Bantuan ke Gaza Jadi Perang Internasional Israel Melawan UNRWA

PT Pertamina EP Tanjung Field sendiri termasuk bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional 3 di bawah payung Pertamina Hulu Indonesia.

PEP Tanjung Field berkomitmen dalam prinsip Enviroment, Social, Governance atau ESG dalam menghasilkan energinya.

Adapun tujuannya adalah untuk memperoleh energi yang handal, efisien, patuh, selamat, sekaligus ramah terhadap lingkungan di sekitarnya.***

Rekomendasi