Al Washliyah Apresiasi Langkah Erick Thohir Bersama Kejagung Bersihkan Kementerian BUMN


inNalar.com – KH Masyhuril Khamis selaku Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah mengungkapkan jika upaya membersihkan Kementerian BUMN sudah lama ditunggu masyarakat.

Oleh karena itu, Pimpinan Al Washliyah itu mengapresiasi upaya yang dilakukan Menteri BUMN Erick Thohir yang akan mengusut dugaan korupsi dana pensiun dengan menggandeng Kejagung.

Sebelumnya diketahui jika Erick Thohir melapor ke Kejagung atas dugaan adanya dugaan korupsi dan penyimpangan pengelolaan dana pensiun yang ada di BUMN.

Baca Juga: Berkapasitas 9,8 MWp, Gubernur Jawa Timur Resmikan Pabrik Kertas yang Pakai PLTS Guna Menunjang Operasional

Kiai Masyhuril mengatakan jika aksi bersih-bersih ini momen yang lama ditunggu publik mengingat juga ada sektor yang dianggap lebih krusial.

“Upaya bersih-bersih di BUMN sebenarnya sudah lama ditunggu masyarakat, tidak hanya pada sektor-sektor yang mudah dibersihkan tapi pada sektor badan usaha yang dianggap basah,” kata Kiai Masyhuril, Kamis (5/10/2023).

Dalam kondisi ini, lanjutnya, rakyat tentu menanti kepedulian pihak berwenang untuk lebih serius memberantas korupsi tanpa pilih-pilih atau tanpa tebang pilih.

Baca Juga: Kedai Kopi Tertua di Menteng Jakarta Pusat Ini Usianya Sudah 145 Tahun, Pemiliknya Imigran dari China

Langkah pembersihan pemberantasan korupsi, menurutnya akan menaikkan kepercayaan publik.

Selain itu Kiai Masyhuril juga berharap jika penindakan ini tidak memandang status seseorang yang bersalah meski punya jabatan penting.

“Harapan kami tentu dikerjakan dengan serius, tanpa ada sesuatu di balik itu, dan Kejaksaan Agung atau KPK harus benar-benar menindak siapapun yang terlibat, termasuk jika ada orang penting di sana,” ujar Kiai Masyhuril.

Sebagaimana diketahui, Erick Thohir yang banyak disebuat sebagai cawapres pilihan anak muda ini, bersama Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melaporkan dugaan korupsi dan penyimpangan pengelolaan dana pensiun BUMN ke Kejagung.

Erick menyampaikan ada sebanyak 70 persen atau sekitar 34 dari 48 dana pensiun BUMN yang dalam kondisi kronis parah akibat dugaan korupsi, dan penyalahgunaan. ***

Rekomendasi