

inNalar.com – Al Quran surah At Takwir ayat 21 sampai 29 di awal mengandung kelanjutan pembahasan tentang malaikat Jibril yang ada di ayat sebelumnya.
Pada terjemahan Bahasa Indonesia yang ada bisa diketahui, Allah SWT menyatakan bahwa Rasulullah SAW bukanlah orang yang gila.
Nabi Muhammad SAW benar-benar telah berjumpa dengan malaikat Jibril di suatu ufuk sangat jelas. Dan Beliau SAW bukanlah orang pelit untuk menjelaskan.
Maksudnya yaitu tentang perkara yang ghaib. Selanjutnya di ayat 25 Allah SWT menyatakan bahwa Al Quran bukanlah ucapan setan yang terkutuk.
Kemudian pada ayat 26 Allah SWT bertanya seakan memberikan sindiran, kepada petunjuk yang mana selain Al Quran yang akan diambil?.
Dilansir inNalar.com dari Quran Kemenag Sabtu, 19 Februari 2022 surah At Takwir ayat 21 sampai 19 ini lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia.
مُّطَاعٍ ثَمَّ اَمِيْنٍۗ – ٢١
21. yang di sana (di alam malaikat) ditaati dan dipercaya.
Baca Juga: Millen Cyrus Ungkap Sholat Pakai Sarung dan Ingin Dimakamkan sebagai Laki-Laki
وَمَا صَاحِبُكُمْ بِمَجْنُوْنٍۚ – ٢٢
22. Dan temanmu (Muhammad) itu bukanlah orang gila.
وَلَقَدْ رَاٰهُ بِالْاُفُقِ الْمُبِيْنِۚ – ٢٣
23. Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (Jibril) di ufuk yang terang.
وَمَا هُوَ عَلَى الْغَيْبِ بِضَنِيْنٍۚ – ٢٤
25. Dan dia (Muhammad) bukanlah seorang yang kikir (enggan) untuk menerangkan yang gaib.
Baca Juga: Kunci Jawaban Tematik Tema 7 Kelas 5 SD/MI Halaman 197 198 199 200 Subtema 3 Pembelajaran 6
وَمَا هُوَ بِقَوْلِ شَيْطٰنٍ رَّجِيْمٍۚ – ٢٥
25. Dan (Al-Qur’an) itu bukanlah perkataan setan yang terkutuk,
فَاَيْنَ تَذْهَبُوْنَۗ – ٢٦
26. maka kemanakah kamu akan pergi?
اِنْ هُوَ اِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعٰلَمِيْنَۙ – ٢٧
27. (Al-Qur’an) itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam,
Baca Juga: Bukan Orde Baru, Sejarah Korupsi di Indonesia Sudah Mengakar sejak VOC
لِمَنْ شَاۤءَ مِنْكُمْ اَنْ يَّسْتَقِيْمَۗ – ٢٨
28. (yaitu) bagi siapa di antara kamu yang menghendaki menempuh jalan yang lurus.
وَمَا تَشَاۤءُوْنَ اِلَّآ اَنْ يَّشَاۤءَ اللّٰهُ رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ – ٢٩
29. Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.***