

inNalar.com – Al Quran surah An Nazi’at ayat 11 sampai 20 diawali bahasan lanjutan sebelumnya tentang kondisi manusia saat hari kiamat.
Ayat 11 pada terjemahan Bahasa Indonesia yang ada bisa dibaca dan diketahui, saat itu orang bertanya apakah akan dibangkitkan padahal sudah hancur lebur?.
Selanjutnya Allah SWT menyatakan kebenaran hari kebangkitan tersebut, dan orang-orang yang kafir itu pasti akan merugi pada saat itu.
Proses manusia dibangkitkan yaitu hanya dengan satu kali tiupan saja, dan orang-orang akan hidup kembali dari kuburnya.
Baca Juga: Al Quran Surah An Naziat Ayat 1 Sampai 10 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
Pembahasan tersebut terdapat di ayat 13 dan 14, sedangkan yang ke 15 pertanyaan Allah SWT tentang kisah Nabi Musa as pernahkah mendengarnya?.
Dilansir inNalar.com dari Quran Kemenag Senin, 21 Februari 2022 surah An Nazi’at ayat 11 sampai 20 ini lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia.
ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً ۗ – ١١
11. Apakah (akan dibangkitkan juga) apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?”
Baca Juga: Kunci Jawaban Tematik Tema 7 Kelas 5 SD/MI Halaman 204 205 206 Subtema 4 Pembelajaran 1
قَالُوْا تِلْكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ۘ – ١٢
12. Mereka berkata, “Kalau demikian, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan.”
فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌۙ – ١٣
113. Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja.
فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِۗ – ١٤
14. Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi (yang baru).
هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰىۘ – ١٥
15. Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) kisah Musa?
اِذْ نَادٰىهُ رَبُّهٗ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًىۚ – ١٦
16. Ketika Tuhan memanggilnya (Musa) di lembah suci yaitu Lembah Tuwa;
اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۖ – ١٧
17. pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas,
Baca Juga: Perkembangan Tarekat di Indonesia, Ketahui Aliran-aliran yang Paling Terkenal dari ‘Jalan Sufi’ Ini
فَقُلْ هَلْ لَّكَ اِلٰٓى اَنْ تَزَكّٰىۙ – ١٨
18. Maka katakanlah (kepada Firaun), “Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri (dari kesesatan),
وَاَهْدِيَكَ اِلٰى رَبِّكَ فَتَخْشٰىۚ – ١٩
19. dan engkau akan ku pimpin ke jalan Tuhanmu agar engkau takut kepada-Nya?”
فَاَرٰىهُ الْاٰيَةَ الْكُبْرٰىۖ – ٢٠
20. Lalu (Musa) memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar.***