

inNalar.com – Al Quran surah Al Mutaffifin ayat 13 sampai 24 diawali isi kandungan tentang lanjutan pembahasan sebelumnya yaitu terkait pendusta hari pembalasan.
Pada ayat ke 13 surah Al Muthaffifin itu Allah SWT menyatakan bahwa orang-orang yang mendustakan hari pembalasan tidak percaya dengan firmanNya.
Selanjutnya bisa diketahui dari terjemahan Bahasa Indonesia yang ada, bahwa setiap dosa akan menambah gelapnya hati seseorang.
Baca Juga: Al Quran Surah Al Mutaffifin Ayat 1 Sampai 12 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
Ayat 14 surah Al Muthaffifin mengandung pernyataan Allah SWT bahwa orang-orang kafir akan tertutup dari memandang Allah SWT Yang Maha Indah.
Lalu di ayat ke 15 ada penegasan bahwa orang-orang kafir itu akan disiksa masuk ke dalam neraka sesuai amal ibadah.
Dilansir inNalar.com dari Quran Kemenag Selasa, 15 Februari 2022 surah Al Muthaffifin ayat 13 sampai 24 ini lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia.
اِذَا تُتْلٰى عَلَيْهِ اٰيٰتُنَا قَالَ اَسَاطِيْرُ الْاَوَّلِيْنَۗ – ١٣
13. yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, dia berkata, “Itu adalah dongeng orang-orang dahulu.”
Baca Juga: Buya Yahya Menjelaskan Keistimewaan Bulan Ramadhan, ‘Tidak Dimiliki oleh Umat Lain’
كَلَّا بَلْ ۜرَانَ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ مَّا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ – ١٤
14. Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.
كَلَّآ اِنَّهُمْ عَنْ رَّبِّهِمْ يَوْمَىِٕذٍ لَّمَحْجُوْبُوْنَۗ – ١٥
15. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya.
ثُمَّ اِنَّهُمْ لَصَالُوا الْجَحِيْمِۗ – ١٦
16. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka.
ثُمَّ يُقَالُ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَۗ – ١٧
17. Kemudian, dikatakan (kepada mereka), “Inilah (azab) yang dahulu kamu dustakan.”
كَلَّآ اِنَّ كِتٰبَ الْاَبْرَارِ لَفِيْ عِلِّيِّيْنَۗ – ١٨
18. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya catatan orang-orang yang berbakti benar-benar tersimpan dalam ’Illiyyin.
Baca Juga: Jelang Ramadhan 2022 atau 1443 Hijriah, Simak Penjelasan Gus Baha Terkait Metode Hisab dan Rukyah
وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا عِلِّيُّوْنَۗ – ١٩
Dan tahukah engkau apakah ’Illiyyin itu?
كِتٰبٌ مَّرْقُوْمٌۙ – ٢٠
(Yaitu) Kitab yang berisi catatan (amal),
يَّشْهَدُهُ الْمُقَرَّبُوْنَۗ – ٢١
yang disaksikan oleh (malaikat-malaikat) yang didekatkan (kepada Allah).
اِنَّ الْاَبْرَارَ لَفِيْ نَعِيْمٍۙ – ٢٢
Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan,
عَلَى الْاَرَاۤىِٕكِ يَنْظُرُوْنَۙ – ٢٣
mereka (duduk) di atas dipan-dipan melepas pandangan.
تَعْرِفُ فِيْ وُجُوْهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيْمِۚ – ٢٤
Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.***