

inNalar.com – Al Quran surah Al Mursalat ayat 41 sampai 50 mengandung pembahasan tentang orang-orang yang bertakwa.
Orang yang beriman dan bertakwa tersebut akan mendapatkan naungan surga, kelak ketika di akhirat setelah wafatnya.
Pada terjemahan Bahasa Indonesia yang ada bisa diketahui ayat ke 42 mengabarkan kondisi surga yang penuh nikmat.
Baca Juga: Menyambut Malam Isra Miraj 2022, Baca Amalan Doa ini Agar Mendapatkan Syafaat dari Rasulullah SAW
Selanjutnya di surah Al Mursalat ayat 43, dipersilahkan agar semua pemberian Allah SWT tersebut untuk dimakan dan diminum.
Nikmatilah semua sebab ketika di dunia orang tersebut sudah berbuat ketaatan. Sesungguhnya begitulah Allah SWT memberikan balasan.
Dilansir inNalar.com dari Quran Kemenag Sabtu, 26 Februari 2022 surah Al Mursalat ayat 41 sampai 50 ini lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia.
اِنَّ الْمُتَّقِيْنَ فِيْ ظِلٰلٍ وَّعُيُوْنٍۙ – ٤١
41. Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (di sekitar) mata air,
وَّفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُوْنَۗ – ٤٢
42. dan buah-buahan yang mereka sukai.
كُلُوْا وَاشْرَبُوْا هَنِيْۤـًٔا ۢبِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ – ٤٣
43. (Katakan kepada mereka), “Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan.”
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ – ٤٤
44. Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ – ٤٥
45. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
كُلُوْا وَتَمَتَّعُوْا قَلِيْلًا اِنَّكُمْ مُّجْرِمُوْنَ – ٤٦
46. (Katakan kepada orang-orang kafir), “Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar, sesungguhnya kamu orang-orang durhaka!”
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ – ٤٧
47. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
Baca Juga: Al Quran Surah Al Mursalat Ayat 31 Sampai 40 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
وَاِذَا قِيْلَ لَهُمُ ارْكَعُوْا لَا يَرْكَعُوْنَ – ٤٨
48. Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah,” mereka tidak mau rukuk.
وَيْلٌ يَّوْمَىِٕذٍ لِّلْمُكَذِّبِيْنَ – ٤٩
49. Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)!
فَبِاَيِّ حَدِيْثٍۢ بَعْدَهٗ يُؤْمِنُوْنَ ࣖ ۔ – ٥٠
50. Maka kepada ajaran manakah (selain Al-Qur’an) ini mereka akan beriman?.***