

inNalar.com – Al Quran surah Al Lahab Ayat 1 Sampai 5 latar belakangnya saat Rasulullah SAW diperintahkan dakwah ke keluarga.
Nabi Muhammad SAW memanggil dan mengumpulkan kabilah-kabilahnya, untuk disampaikan dakwah kepada kerabat serta saudaranya.
Setelah semua keluarga berkumpul dengan antusias, maka Rasulullah SAW menyampaikan tujuan dan maksudnya berdakwah.
Baca Juga: Al Quran Surah Al Ikhlas Ayat 1 Sampai 4 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
Nabi Muhammad SAW bertanya, apa pendapat keluarganya jika dikatakan bahwa di balik gunung ada pasukan perang?.
Pasukan perang yang dimaksud Rasulullah SAW tersebut tentu akan menyerang semua orang Mekah saat itu.
Maka sanak famili Nabi Muhammad SAW yang sangat percaya kepadanya tidak banyak berpikir dan menyatakan benar.
Baca Juga: Promo Valentine 2022, Beli Tiga Menu di Gokana Cuma di Bawah 50 ribu, Jangan Sampai Kehabisan!
Setelah dibenarkan oleh keluarganya, Rasulullah SAW baru menyampaikan bahwa dirinya diminta menyampaikan oleh Allah SWT.
Allah SWT akan menyiksa orang-orang yang ingkar dan tidak mengikuti utusanNya yaitu Nabi Muhammad SAW.
Abu Lahab yang termasuk bagian dari kabilah Rasulullah SAW merasa ditipu karena dipanggil untuk mendapatkan peringatan.
Baca Juga: T.O.P BIGBANG Resmi Hengkang dari YG Entertainment, Agensi Beberkan Fakta Mengejutkan Dibaliknya
Maka Abu Lahab mengucapkan kalimat yang menjadi harapannya yaitu ‘celaka engkau (Nabi Muhammad SAW) sepanjang hari’.
Tak lama Allah SWT menurunkan firmanNya kepada Rasulullah SAW surat Al Lahab ini yang berisi ancaman celaka bagi Abu Lahab.
Dilansir inNalar.com dari Quran Kemenag pada Rabu, 9 Februari 2022 surah Al Lahab ayat 1 sampai 5 ini lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
تَبَّتْ يَدَآ اَبِيْ لَهَبٍ وَّتَبَّۗ – ١
1. Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!
مَآ اَغْنٰى عَنْهُ مَالُهٗ وَمَا كَسَبَۗ – ٢
2. Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.
سَيَصْلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍۙ – ٣
3. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka).
وَّامْرَاَتُهٗ ۗحَمَّالَةَ الْحَطَبِۚ – ٤
4. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
فِيْ جِيْدِهَا حَبْلٌ مِّنْ مَّسَدٍ ࣖ – ٥
5. Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.***