

inNalar.com – Al Quran surah Al Alaq merupakan wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Rasulullah SAW, ayat pertamanya perintah membaca.
Ketika disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, tentu belum mengenal Jibril dan apakah yang dimaksud perintah membaca tersebut?.
Rasulullah SAW yang terlahir dan hidup hingga dewasa tinggal di tengah-tengah kaum jahiliah, tentu tidak bisa membaca dan begitulah dijawab apa adanya.
Baca Juga: Keputusan Invasi Ada di Tangan Putin, Jake Sullivan Desak Warga AS Untuk Segera Tinggalkan Ukraina
Jibril pada saat itu memegang Nabi Muhammad SAW dan memeluknya, lalu melepaskannya kemudian menyuruh membaca lagi serta sama.
Maka Jibril juga melakukan hal yang sama sebagaimana ketika Rasulullah SAW menyampaikan jawaban pertama untuk kedua kalinya.
Dilansir inNalar.com dari Quran KemenagSabtu, 12 Februari 2022 surah Al Alaq ini lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ – ١
1. Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan,
Baca Juga: 7 Daftar Kampus Psikologi Soshum Terbaik, Cek Kampus Impianmu Disini
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ – ٢
2. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ – ٣
3. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Mahamulia,
الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ – ٤
4. Yang mengajar (manusia) dengan pena.
Baca Juga: Suho leader EXO akan Pulang dari Wamil Sehari Jelang Perayaan Valentine
عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ – ٥
5. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.
كَلَّآ اِنَّ الْاِنْسَانَ لَيَطْغٰىٓ ۙ – ٦
6. Sekali-kali tidak! Sungguh, manusia itu benar-benar melampaui batas,
اَنْ رَّاٰهُ اسْتَغْنٰىۗ – ٧
7. apabila melihat dirinya serba cukup.
اِنَّ اِلٰى رَبِّكَ الرُّجْعٰىۗ – ٨
8. Sungguh, hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(mu).
Baca Juga: Tes Pramusim MotoGP di Sirkuit Mandalika Hari Pertama Selesai, Ini Hasil Lengkapnya
اَرَاَيْتَ الَّذِيْ يَنْهٰىۙ – ٩
9. Bagaimana pendapatmu tentang orang yang melarang?
عَبْدًا اِذَا صَلّٰىۗ – ١٠
10. seorang hamba ketika dia melaksanakan salat,
اَرَاَيْتَ اِنْ كَانَ عَلَى الْهُدٰىٓۙ – ١١
11. bagaimana pendapatmu jika dia (yang dilarang salat itu) berada di atas kebenaran (petunjuk),
اَوْ اَمَرَ بِالتَّقْوٰىۗ – ١٢
12. atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
اَرَاَيْتَ اِنْ كَذَّبَ وَتَوَلّٰىۗ – ١٣
13. Bagaimana pendapatmu jika dia (yang melarang) itu mendustakan dan berpaling?
اَلَمْ يَعْلَمْ بِاَنَّ اللّٰهَ يَرٰىۗ – ١٤
14. Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?
كَلَّا لَىِٕنْ لَّمْ يَنْتَهِ ەۙ لَنَسْفَعًاۢ بِالنَّاصِيَةِۙ – ١٥
15. Sekali-kali tidak! Sungguh, jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (ke dalam neraka),
نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍۚ – ١٦
16. yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan dan durhaka.
فَلْيَدْعُ نَادِيَهٗۙ – ١٧
17. Maka biarlah dia memanggil golongannya (untuk menolongnya),
سَنَدْعُ الزَّبَانِيَةَۙ – ١٨
18. Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah, (penyiksa orang-orang yang berdosa),
كَلَّاۗ لَا تُطِعْهُ وَاسْجُدْ وَاقْتَرِبْ ۩ ࣖ – ١٩
19. sekali-kali tidak! Janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujudlah serta dekatkanlah (dirimu kepada Allah).***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi