

inNalar.com – Al Quran surah Adh Dhuha sebelum diturunkannya ada kejadian di mana saat itu Rasulullah SAW dicela oleh seorang wanita.
Kondisi Rasulullah SAW saat itu sebenarnya sedang sakit sehingga tidak sholat malam 2-3 hari, maka seorang wanita datang dan menyindir.
Perempuan tersebut mengatakan bahwa Nabi Muhammad SAW sudah ditinggal oleh Allah SWT beberapa malam belakangan, dan tak ada di dekatnya.
Baca Juga: Al Quran Surah Asy Syarh Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
Pada ayat pertama surah Adh Dhuha, lagi-lagi Allah SWT bersumpah dengan waktu, menandakan betapa agungnya masa dhuha dan malam.
Kemudian Allah SWT menyatakan di ayat kedua bahwa diriNya sebenarnya tidak meninggalkan Rasulullah SAW, apalagi marah kepada utusanNya tersebut.
Pada terjemahan Bahasa Indonesia yang ada bisa diketahui bahwa surga di akhirat lebih baik dari dunia yang fana.
Baca Juga: Ayah RAU Yakin Tak Ada Kegiatan Terorisme di Rumahnya: Saya Yakin Tidak Berani
Dilansir inNalar.com dari Quran Kemenag Sabtu, 12 Februari 2022 surah Adh Dhuha ini lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia.
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالضُّحٰىۙ – ١
1. Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalah),
وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ – ٢
2. dan demi malam apabila telah sunyi,
مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ – ٣
3. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak (pula) membencimu,
Baca Juga: Jadwal Sholat Tangerang dan Sekitarnya, Senin 14 Februari 2022 atau 13 Rajab 1443 Hijirah
وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ – ٤
4. dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu dari yang permulaan.
وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ – ٥
5. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas.
اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ – ٦
6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ – ٧
7. dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,
وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ – ٨
8. dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ – ٩
9. Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ – ١٠
10. Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya).
وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ࣖ – ١١
11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi