Al Qaeda Sebut AS Tinggalkan Ukraina jadi Mangsa Rusia, Pasca Invasi 9 September Ekonominya Lemah

 
 
inNalar.com – Al Qaeda muncul dan memberikan keterangan melalui pemimpin utamanya saat ini yaitu Ayman al Zawahiri, bahwa Amerika Serikat (AS) meninggalkan Ukraina yang merupakan sekutunya menjadi mangsa buat Rusia.
 
Pernyataan tersebut dirilis Al Qaeda dalam rangka peringatan 11 tahun kematian dari pimpinan seleumnya yaitu Osama bin Laden, dalam rekaman video itu disebut juga sebab AS membiarkan temanya mengahadapi invansi negera yang dijuluki beruang putih itu.
 
Ayman al Zawahiri terlihat berbicara sambil duduk dan tampak juga ada buku dan pistol di sekitarnya, kelompok intelijen SITE yang memantau militan itu menggunggah rekaman tersebut ke internet.
 
 
Pemimpin Al Qaeda itu menjelaskan bahwa AS dalam kondisi lemah, keadaannya menurun pasca invasinya ke Irak dan Afganistan setelah kejadian 9/11, Negara Paman Sam itu terus terdampak akibat perang yang dimulainya sendiri.
 
Dikutip inNalar.com dari artikel Pikiran Rakyat berjudul Pemimpin Al-Qaeda Salahkan AS Atas Invasi Rusia di Ukraina: Amerika Lemah Sejak Kalah di Afghanistan-Irak pada Senin, 9 Mei 2022 Ayman al Zawahiri sebut Negara Paman Sam itu kalah dalam perang Irak dan Afganistan.
 
“Di sini [AS] setelah kekalahannya di Irak dan Afghanistan, setelah bencana ekonomi yang disebabkan oleh invasi 9/11, setelah pandemi Covid-19, dan setelah meninggalkan sekutunya Ukraina sebagai mangsa Rusia,” katanya, dikutip dari Al Arabiya, Minggu, 8 Mei 2022.
 
 
Hingga saat ini keberadaan al-Zahrawi tidak diketahui. Ia menjadi buronan FBI dengan hadiah 25 juta dolar AS jika mengetahui lokasi pemimpin Al-Qaeda itu.
 
Pada April 2022 lalu, Ayman al-Zawahiri juga muncul dalam sebuah video dan pujian terhadap seorang wanita Muslim India yang menentang larangan jilbab.
 
Kemunculan video pada bulan April tersebut menjadi bukti bahwa al-Zawahri masih hidup. Sebelumnya sempat dirumorkan pemimpin Al-Qaeda itu sudah tewas.
 
 
“Wanita bangsawan India dan saudara perempuan. Semoga Allah membalasnya karena menunjukkan pelajaran moral kepada saudara perempuan yang dilanda rasa rendah diri melalui dunia Barat yang dekaden,” kata al-Zawahiri dalam video pada April lalu.***
 
(Julkifli Sinuhaji/Pikiran Rakyat)

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]