Akuisisi Rp834 M, Perusahaan Batu Bara di Kalimantan Timur Caplok Smelter Nikel Australia, Banting Setir?

inNalar.com – Perusahaan tambang batubara, PT Harum Energy Tbk yang berbasis di Kalimantan Timur ini mulai merambah ke industri prospektif baru, yakni nikel.

Geliat perusahaan batubara yang berlokasi di Kalimantan Timur tersebut terbukti mencatatkan pembelian saham pada beberapa perusahaan smelter nikel, salah satunya adalah milik perusahaan Australia.

Diketahui salah satu perusahaan yang diakuisisi oleh perusahaan tambang batubara Kalimantan Timur ini adalah Nickel Mines Limited.

Baca Juga: Anggaran Rp14,9 Miliar Lenyap, Pembangunan Jembatan di Sulawesi Tengah Ini Disalahgunakan, Berapa Kerugiannya?

Nickel Mines Limited adalah sebuah perusahaan Australia yang mengelola smelter nikel untuk produksi Nickel Pig Iron (NPI).

PT Harum Energy Tbk, perusahaan spesialisasi batubara ini ternyata mencatatkan pembelian saham smelter nikel miliki Nickel Mines Ltd sebanyak dua kali pada 2020 dan 2021.

Tercatat pada 29 Mei 2020, perusahaan batubara di Kalimantan Timur ini membeli saham smelter nikel milik Nickel Mines Limited sebanyak 68.530.577 lembar.

Baca Juga: Pesan Buya Yahya kepada Masyarakat Indonesia di Pemilu 2024: Marilah jadi Juru Damai, Khususnya Timses

Nilai akuisisi ini nilainya setara Rp339,22 miliar. Artinya, perusahaan ini telah berhasil memantapkan posisinya dengan porsi kepemilikan saham mencapai 3,22 persen.

Ternyata, pembelian saham pada smelter nikel Australia ini berlanjut pada 12 Mei 2021.

Diketahui PT Harum Energy Tbk ini kembali membeli saham di perusahaan nikel Australia tersebut sebesar 57.256.292 lembar.

Baca Juga: Investasinya Rp150 Triliun, Pembangunan Kilang Minyak di Sumatera Barat Ini Malah Ditolak, Begini Penyebabnya

Perusahaan batubara di Kalimantan Timur ini sampai rela merogoh Rp494,54 miliar dengan status kepemilikan saham di Nickel Mines Ltd ini sebesar 6,74 persen.

Total nilai akuisisi saham Nickel Mines Limited yang berhasil dicaplok oleh PT Harum Energy nilai transaksinya mencapai Rp833,76 miliar atau jika dibulatkan nilainya menjadi Rp834 miliar.

Dilansir inNalar.com dari laman resmi perusahaannya, PT Harum Energy adalah perusahaan yang berfokus pada bidang pertambangan, khususnya batubara dan telah menjajaki dunia usaha berbasis sumber daya alam sejak 1995.

Industri pertambangan nikel yang semakin prospektif ini mendorong perusahaan tambang batubara yang berlokasi di Kalimantan Timur ini akhirnya memilih untuk menjajaki bidang yang sama dengan produk yang berbeda.

Upaya akuisisi yang dilakukan oleh perusahaan tersebut bukan ditujukan untuk meninggalkan produksi pertambangan batubara yang telah dipupuk sejak 1995.

Namun upaya akuisisi pada beberapa smelter nikel, salah satunya milik perusahaan Australia tersebut, menjadi bagian dari rencana strategis diversifikasi usaha pertambangan.

Rencana diversifikasi usaha tersebut mulai membuahkan hasil. Pasalnya perusahaan ini telah berhasil mencatatkan 10 persen dari laba bersih perusahaan ternyata bersumber dari usahanya di bidang pertambangan nikel.***

Rekomendasi