Aksi Saling Tuduh Antara Israel-Palestina Terus Berlanjut, IDF: Hamas Sengaja Menyesatkan Media Internasional

inNalar.com – Ledakan yang menewaskan kurang lebih 500 orang di Rumah Sakit di Gaza pada Selasa kemarin membuat Israel dan Palestina saling tuduh.

Ledakan yang terjadi di rumah sakit tempat perlindungan warga sipil dikatakan merupakan serangan udara dari tentara Israel.

Namun, pasukan pertahanan Israel atau Israel Defense Forces (IDF) membantah hal tersebut, dan menuduh Hamas sengaja menyesatkan media internasional.

Baca Juga: 7 Kehebatan Ini Jadi Rahasia Dibalik Lamanya Masa Jabatan Soeharto hingga 32 Tahun, Ada Aksi Meredam Konflik

Dilansir dari The Times of Israel, juru bicara IDF menuduh bahwa Hamas mengetahui ledakan di rumah sakit adalah roket salah sasaran yang diluncurkan oleh Kelompok Jihad Islam Palestina.

Namun kemudian Hamas sengaja menyesatkan media internasional dengan mengatakan bahwa itu merupakan serangan udara dari Israel.

Serangan di rumah sakit di Gaza yang menewaskan ratusan orang tersebut menyebabkan banyak negara mengecam serangan Israel.

Baca Juga: Kenapa Hanya Ada 3 Partai Politik Pada Era Pemerintahan Soeharto Selama 32 Tahun? Ada Alasan Tersembunyi

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, yang sejak awal menyatakan selalu mendukung Israel akan memberikan ‘pertanyaan sulit’ ke Perdana Menteri Israel terkait hal tersebut.

Berita penyerangan yang dilakukan Israel ke rumah sakit di Gaza telah menyebar ke media-media di seluruh dunia.

Warga Lebanon melakukan aksi demo di depan kedutaan besar AS terkait dengan serangan tersebut.

Baca Juga: Posisi Masih Temani Jokowi di Luar Negeri, Deklarasi Prabowo-Erick Thohir Diisukan Terpaksa Tertunda

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas menyatakan bahwa serangan udara Israek ke Rumah Sakit di Gaza tersbeut adalah kejahatan yang keji.

Dewan Keamanan PBB menjadwalkan pemungutan suara untuk dilakukannya genjatan senjata agar bisa menyalurkan bantuan setelah insiden serangan rumah sakit.

Kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi KTT yang akan diikuti oleh Presiden AS, Perdana Menteri Israel, Presiden Palestina, Presiden Mesir, dan Raja Yordania, dubatalkan.

Yordania mengatakan bahwa tidak dapat menghentikan perang untuk saat ini dan mengecam tindakan keji yang dilakukan Israel.

Bagi Yordania, penyerangan udara terhadap rumah sakit di Gaza adalah pembantaian yang tidak dapat ditoleransi.

Sedangkan IDF mengatakan bahwa serangan ke rumah sakit bukanlah perbuatan Israel. Roket yang menghancurkan rumah sakit ditembakkan dari kuburan yang ada di belakang rumah sakit.

IDF mengklaim, jika serangan terhadap rumah sakit tersebut adalah perbuatan Israel maka akan terlihat kerusakan struktural pada bangunan rumah sakit.

IDF juga mengatakan bahwa Hamas sengaja memperbesar jumlah korban yang tidak sesuai dengan kenyataanya.

IDF juga merilis rekaman percakapan telepon yang disadap antara dua agen Hamas yang membahas kegagalan roket Jihad Islam yang akhirnya mendarat di rumah sakit.

Sementara aksi saling tuduh dan menyalahkan antara Israel dan Palestina terus berlanjut, Rumah Sakit terbesar di Gaza mengatakan bahwa mereka telah kehabisan daya dan pasokan medis.

Saat ini, sirene kembali berbunyi di dekat perbatasan Gaza setelah 12 jam tenang akibat insiden penyerangan rumah sakit. ***

 

Rekomendasi