
inNalar.com – Aksi Indonesia Gelap yang digelar pada tanggal 17 Februari 2025 oleh ribuan mahasiswa telah disorot oleh beberapa media internasional.
Banyak media internasional telah menyorot kegiatan demo yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa Indonesia.
Aksi Indonesia Gelap yang dikumandangkan ribuan mahasiswa ini disebabkan oleh beberapa peraturan presiden parabowo yang kontroversional.
Intruksi Presiden No.1 Tahun 2025 merupakan bukti nyata bahwa presiden telah membuat peraturan dengan sekali jalan.
Peraturan ini menuai banyak pro kontra di mata masyarakat karena dengan peraturan tersebut, pada tahun 2025 banyak kementerian yang dipotong anggaranya.
Terdapat 48 kementerian dan lembaga yang terkena efek efisiensi anggaran, tidak terkecuali dengan Kemendikbudristek.
Kemendikbudristek menjadi salah satu kementerian yang terdampak efisiensi anggaran dalam jumlah yang besar.
Hal ini membuat beberapa masyarakat menjadi menolak intruksi presiden prabowo mengenai efisiensi anggaran di tahun 2025.
Dalam aksi demo yang dilakukan di seluruh penjuru tanah air, terutama di daerah Jakarta yang dikomandoi oleh mahasiswa UI.
Mereka menuntut sebanyak 12 permintaan kepada presiden prabowo untuk segera dilaksanakan secepatnya.
Sayangnya, aksi demo ini membuat beberapa mahasiswa bentrok terhadap aparat penegak hukum yang berusaha mengamankan unjuk rasa Indonesia Gelap.
Hal ini membuat 12 media internasional menyorot perkembangan aksi demo di negara Indonesia.
Melansir dari pemilik akun X @txtfromIR, terdapat 12 media internasional yang membicarakan keadaan Indonesia saat ini.
Berikut ini 12 media internasional yang menyorot aksi unjuk rasa menolak efisiensi anggaran dari Presiden Prabowo.
1. The Strait Times (Singapore)
2. Pime Asia News (Italia)
3. TaiwanPlus News (Taiwan)
4. The Star (Malaysia)
5. red streamnet (Skotlandia)
6. Asia News Network (Thailand)
7. Max Walden (Digital Journalist)
8. UcaNews (Thailand)
9. MizzimaNews
10. South China Morning Person (Hongkong)
11. Peter Cronau (Journalist)
12. Gundemedairhs (Turki)
Itulah beberapa media asing yang telah menyorot aksi demo yang telah terjadi di Indonesia pada beberapa waktu terkahir.
Dengan adanya penyebaran informasi ini, pemerintahan Indonesia harus cepat menyikapi permasalahan ini.
Karena banyak dari masyarakat yang menyuarakan aksi Indonesia Gelap tidak dapat diremehkan.
Hal ini dapat memperkeruh suasana jika pemerintah tidak mengambil langkah tegas di kemudian hari.
Dengan kejadian ini masyarakat dapat menyuarakan pendapatnya dalam menolak usulan atau perintah dari Presiden Prabowo dalam mengurangi anggaran yang didapatkan setiap lembaga atau kementerian di tanah air.***

inNalar.com – Aksi Indonesia Gelap yang digelar pada tanggal 17 Februari 2025 oleh ribuan mahasiswa telah disorot oleh beberapa media internasional.
Banyak media internasional telah menyorot kegiatan demo yang dilakukan oleh ribuan mahasiswa Indonesia.
Aksi Indonesia Gelap yang dikumandangkan ribuan mahasiswa ini disebabkan oleh beberapa peraturan presiden parabowo yang kontroversional.
Intruksi Presiden No.1 Tahun 2025 merupakan bukti nyata bahwa presiden telah membuat peraturan dengan sekali jalan.
Peraturan ini menuai banyak pro kontra di mata masyarakat karena dengan peraturan tersebut, pada tahun 2025 banyak kementerian yang dipotong anggaranya.
Terdapat 48 kementerian dan lembaga yang terkena efek efisiensi anggaran, tidak terkecuali dengan Kemendikbudristek.
Kemendikbudristek menjadi salah satu kementerian yang terdampak efisiensi anggaran dalam jumlah yang besar.
Hal ini membuat beberapa masyarakat menjadi menolak intruksi presiden prabowo mengenai efisiensi anggaran di tahun 2025.
Dalam aksi demo yang dilakukan di seluruh penjuru tanah air, terutama di daerah Jakarta yang dikomandoi oleh mahasiswa UI.
Mereka menuntut sebanyak 12 permintaan kepada presiden prabowo untuk segera dilaksanakan secepatnya.
Sayangnya, aksi demo ini membuat beberapa mahasiswa bentrok terhadap aparat penegak hukum yang berusaha mengamankan unjuk rasa Indonesia Gelap.
Hal ini membuat 12 media internasional menyorot perkembangan aksi demo di negara Indonesia.
Melansir dari pemilik akun X @txtfromIR, terdapat 12 media internasional yang membicarakan keadaan Indonesia saat ini.
Berikut ini 12 media internasional yang menyorot aksi unjuk rasa menolak efisiensi anggaran dari Presiden Prabowo.
1. The Strait Times (Singapore)
2. Pime Asia News (Italia)
3. TaiwanPlus News (Taiwan)
4. The Star (Malaysia)
5. red streamnet (Skotlandia)
6. Asia News Network (Thailand)
7. Max Walden (Digital Journalist)
8. UcaNews (Thailand)
9. MizzimaNews
10. South China Morning Person (Hongkong)
11. Peter Cronau (Journalist)
12. Gundemedairhs (Turki)
Itulah beberapa media asing yang telah menyorot aksi demo yang telah terjadi di Indonesia pada beberapa waktu terkahir.
Dengan adanya penyebaran informasi ini, pemerintahan Indonesia harus cepat menyikapi permasalahan ini.
Karena banyak dari masyarakat yang menyuarakan aksi Indonesia Gelap tidak dapat diremehkan.
Hal ini dapat memperkeruh suasana jika pemerintah tidak mengambil langkah tegas di kemudian hari.
Dengan kejadian ini masyarakat dapat menyuarakan pendapatnya dalam menolak usulan atau perintah dari Presiden Prabowo dalam mengurangi anggaran yang didapatkan setiap lembaga atau kementerian di tanah air.***