

inNalar.com – Kampung Watukelir yang terletak di kecamatan Ayah, kabupaten Kebumen, provinsi Jawa Tengah, merupakan kampung yang jauh dari pemukiman.
Kampung Watukelir menyuguhkan suasana yang sangat asri, udara yang sejuk belum terkontaminasi, dan tentram, jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Namun, siapapun yang ingin berkunjung ke kampung Watukelir, harus rela bersabar dan berjalan kaki demi menuju kampung tersebut.
Dilansir inNalar.com dari salah satu video YouTube yang diunggah oleh akun BG CHANNEL, jalan menuju kampung ini memacu adrenalin.
Demi mencapai kampung Watukelir, pengunjung harus melewati pepohonan di tengah hutan yang lebat.
Jalanan yang dilewati hanya tanah setapak. Belum lagi kalau hujan, jalan kecil ini akan menjadi sangat licin.
Sepanjang jalan, pengunjung akan menyaksikan pepohonan berbagai macam ukuran dan sumber mata air yang mengalir jernih.
Suara gemericik air dan siulan burung, membuat suasana jalan menuju kampung terpencil di Kebumen ini semakin menyatu dengan alam.
Setelah menyusuri jalan setapak dengan waktu yang lumayan lama, tibalah pengunjung di pintu gerbang satu-satunya kampung Watukelir.
Tak seperti pintu gerbang atau gapura di perkotaan pada umumnya, gerbang selamat datang di kampung ini adalah gua.
Ternyata, gua ini menjadi akses tunggal menuju kampung Watukelir. Tak ada jalan lain.
Pengunjung yang ingin masuk, atau warga setempat yang ingin keluar kampung, mau tidak mau harus melewati gua ini.
Bukan gua buatan, gua ini merupakan susunan batu alami. Tepat di pinggiran gua, ada sumber mata air yang mengalir kecil.
Mengikuti istilah para sesepuh yang telah mendahului, masyarakat kampung Watukelir menyebutnya dengan nama Gua Teken.
Bebatuan di dalam Gua Teken dapat mengeluarkan tetesan air. Hal ini membuat jalanan gua sedikit licin.
Bagi yang belum pernah berkunjung, sebaiknya menggunakan senter atau penerangan lainnya agar tidak terpeleset.
Setelah melewati Gua Teken, ada area persawahan luas milik warga setempat yang harus dilewati terlebih dahulu.
Barulah, rumah-rumah kampung Watukelir dapat disaksikan. Jumlahnya hanya ada lima, dan masih sangat sederhana.
Mayoritas warga kampung ini berprofesi sebagai petani. Jika mereka membutuhkan kayu bakar, mereka tinggal mencari di hutan sekitar saja.
Warga setempat mengaku, meski jauh dengan perkotaan, mereka sangat nyaman tinggal di kampung terpencil di Kebumen itu. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi