

inNalar.com – Jakarta International Stadium (JIS) kembali menjadi sorotan. Hal itu terjadi ketika JIS masuk dalam opsi stadion yang akan menggelar Piala Dunia U-17 2023.
Pemerintah siap turun tangan untuk melakukan renovasi terutama dari sisi akses kelar-masuk ke stadion.
Hal ini dilakukan karena JIS dianggap belum memenuhi standar FIFA akibat akses pintu masuk penonton ke dalam stadion cuma ada satu.
Seperti diketahui, dalam beberapa waktu lalu, sepakbola Indonesia dihebohkan dengan insiden kemanusiaan yang menewaskan 135 nyawa.
Itu terjadi pada Tragedi Kanjuruhan, pada 1 Oktober 2022 lalu. Total 135 orang meninggal dunia.
Insiden tersebut terjadi akibat semburan gas air mata yang ditembakkan oleh aparat keamanan ke bangku tribun penonton. Dan banyak dari korban berdesakan untuk keluar stadion.
Baca Juga: Sering Disepelekan! Berikut Ciri-ciri Keputihan dan Ramuan Herbal untuk Mengatasinya, Ampuh!
Nahasnya, mereka gagal keluar stadion akibat akses keluar stadion yang terbatas. Beberapa sumber inNalar.com dalam peliputan Tragedi Kanjuruhan November 2022 mengatakan, ada beberapa pintu yang memang dikunci.
Jika dilihat, di dalam area stadion JIS memang memiliki banyak pintu masuk berupa tangga. Tapi pintu masuk ini tidak terhubung jalan-jalan umum keluar stadion.
Ditakutkan jika tidak dilakukan renovasi maka akan terjadi penumpukan penonton pada akses pintu masuk dan keluar. Ini tentu sangat berbahaya buat para penonton.
Ini diketahui setelah Ketua Umum PSSI, Erick Thohir bersama beberapa pihak melakukan inspeksi JIS pada Selasa (4/7) siang WIB.
Dalam kesempatan tersebut hadir juga Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, Wakil Ketua Umum PSSI, Ratu Tisha hingga Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno.
Menteri PUPR, Basuki berbicara mengenai akses penonton yang ada di JIS. Beliau memaparkan beberapa hal sebagai langkah meminimalisir risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kemudian akses (gerbang masuk/keluar) ke stadion, yang ada existing sekarang hanya satu. Menurut saya, ini bahaya ya, security-nya. Apalagi di lingkungan penduduk,” jelas Basuki.
“Jadi akan ditambah lima akses lagi untuk, baik jembatan-jembatan penyeberangan, karena kemarin pengalaman Jakmania, banyak yang parkir di Ancol. Dan, kalau mau ke sini harus mutar. Jadi akan kita bangunkan jembatan supaya lebih cepat,” terangnya.
Kabar terbaru, ternyata permasalahan JIS tidak hanya dari akses keluar-masuk saja. Ada permasalahan lain yang juga tidak kalah penting.
Masalah itu dijelaskan oleh dengan detil oleh seorang ahli agronomi, Qamal Mustaqim, yang turut hadir dalam rombongan inspeksi JIS.
Hasil dalam inspeksi tersebut diketahui ternyata kualitas rumput JIS belum standar FIFA.
“Kondisi rumput sekarang menurut evaluasi ahlinya, yang juga mengevaluasi 22 stadion termasuk yang memasang rumput GBK untuk Asian Games, jelas tidak masuk standar FIFA kalau dengan kondisi sekarang,” kata Basuki.
Tak cuma JIS, pemerintah bersama PSSI juga berencana merenovasi 22 stadion yang ada di Indonesia agar lebih baik lagi.
Tapi entah kenapa hanya JIS yang menjadi sorotan.
“Kenapa harus JIS terus? Kan ada lapangan lain yang mau dicek juga,” kata Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
“Kalau kita hanya meramaikan JIS berarti lapangan lain bukan jadi prioritas kan, padahal pemerintah mau merenovasi 22 stadium. Jadi jangan terfokus hanya 1-2,” pungkas Erick.