Akses Jalan Terjal, Perkampungan di Puncak Gunung Yogyakarta Hanya Ditinggali 3 KK, Warga Akan Dipindahkan?

inNalar.com – Kampung tersebut berada di Kabupaten Gunung Kidul Yogyakarta, letak perkampungan ini berada di paling atas pegunungan.

Akses jalan yang ditempuh untuk menuju kampung kecil yang terletak di atas gunung Yogyakarta ini sangat terjal dan dipenuhi batu-batu besar.

Sehingga tidak jalan akses menuju ke kampung Kapanewon Gunung Kidul Yogyakarta ini tidak bisa menggunakan kendaraan roda dua jadi harus berjalan kaki menanjak untuk sampai di perkampungan tersebut.

Baca Juga: Jisoo BLACKPINK Tampil Bak Peri di Film Dr. Cheon and Lost Talisman, K-Netz Beri Respons Tak Terduga

Letak dari kampung mati yang berada di puncak gunung Yogyakarta ini berada di  Kampung Kapanewon.

Sehingga untuk sampai ke kampung yang berada di puncak gunung Yogyakarta ini harus dilakukan dengan pengorbanan dan memiliki badan yang fit.

Sebab jalan untuk menuju perkampungan tersebut berada di tengah hutan tanpa adanya tetangga.

Baca Juga: Fantastis! Bukan APBN atau APBD, Pembangunan Galeri Hasil Hutan Rp1,4 Miliar di Pontianak Dananya dari…

Bahkan untuk menuju ke kampung tersebut tidak ada lampu di jalan sehingga sangat gelap gulita dan memiliki suasana yang mencekam ketika malam hari.

Kampung Kapanewon terletak di puncak gunung ini hanya dihuni oleh 3 Kepala Keluarga saja, sehingga suasana pagi hingga malam hari terasa sepi.

Kondisi perkampungan ini sangatlah sepi, bangunan rumah yang ditinggali seperti zaman dahulu menggunakan kayu.

Baca Juga: Pekerjakan 81,000 Karyawan, Kawasan Industri Nikel di Sulawesi Tengah Ini Dianggap Berbahaya, Kenapa?

Meskipun berada di puncak gunung kampung tersebut sudah dialiri dengan listrik, sehingga masih ada pencahayaan dari rumah yang ditinggali.

Suasana hidup dengan kesederhanaan dan masak sehari-harinya masih menggunakan kayu sebab untuk membeli gas elpiji sangatlah jauh.

Warga yang masih tinggal di sana tidak memiliki kipas angin dan juga televisi sebagai hiburan sehari-hari, layaknya hidup pada tahun 80-an.

Baca Juga: Ganti Rugi Lahan untuk Bandara di Sulawesi Barat Ini Bermasalah karena Anggarannya Minim, Benarkah?

Nantinya warga yang masih tinggal di puncak gunung Yogjakarta ini akan dipindahkan ke bawah.

Sehingga dapat berbaur dengan yang lainnya, serta akses jalan yang tidak sulit untuk keluar masuk kampung.

Tentunya hal tersebut dapat mempermudah kehidupan, sehingga warga yang disana dapat merasakan kenikmatan adanya perkampungan yang ramai.

Baca Juga: Menakjubkan! Dirintis Tahun 1974, Museum di Kalimantan Barat Ini Luasnya 28.167 Meter Persegi, Coba Tebak!

Dilansir dari Youtube @Jejak Richard warga yang tinggal di perkampungan puncak gunung ini sudah memiliki lahan yang dibeli di perkampungan yang ramai penduduk, nantinya pembangunan rumah akan dibantu oleh pemerintah.***

 

Rekomendasi