

inNalar.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung sedang memetakan wilayah rawan kekeringan akibat dampak El Niño.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Lampung,mengatakan, dalam pemetaan wilayah rawan kekeringan dibagi menjadi tiga tingkat risiko tinggi, sedang, dan rendah.
Tak hanya itu Badan Pangan, Tanaman, dan Ketahanan Pangan Pemerintah Provinsi Lampung juga mengungkapkan ribuan lahan pertanian di Provinsi Lampung terancam punah.
Luas lahan pertanian yang terancam punah di Provinsi Lampung, menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Produksi Tanaman Pangan dan Tanaman Pangan Provinsi Lampung, luasnya sekitar 1.400 hektar.
Tercatat sekitar 1.400 hektar lahan pertanian di Provinsi Lampung terancam punah atau gagal panen akibat kekeringan musim kemarau, dimana 93 ha diantaranya dipastikan kekeringan.
Berdasarkan data di beberapa wilayah terdampak kekeringan, Pemerintah Provinsi Lampung memastikan hingga saat ini belum menerima laporan adanya lateks maupun gagal panen.
Baca Juga: Bendungan Karian Banten: Bendungan Terbesar ke-3 di Indonesia yang Menghabiskan Dana Rp1,3 Triliun
Dikethui kondisi air yang ada di sana juga masih dalam tingkat yang aman.
Meski ada beberapa daerah yang mengalami kekeringan, namun hal tersebut tidak terlalu berdampak pada penurunan jumlah produksi beras yang ada di Lampung.
Sebagai upaya mitigasi kekeringan lahan pertanian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui DKPTPH telah menyalurkan bantuan pompa ke 15 kabupaten/kota.
Baca Juga: Daftar Mobil Listrik untuk KTT ke-43 ASEAN JAKARTA 2023, Partisipasi Industri Otomotif di Tanah Air
120 pompa air telah disiapkan untuk mengairi lahan pertanian yang gersang. Selama ini air yang digunakan adalah air sungai yang masih berair.
Informasi, BMKG memperkirakan fenomena kekeringan dan El Nino di Indonesia, termasuk Lampung, diperkirakan akan berlangsung hingga akhir tahun.
Puncak El Nino akan terjadi pada bulan Agustus, September hingga Oktober 2023. Akibat puncak El Nino, suhu pada 3 bulan tersebut akan lebih hangat dari biasanya.
Setelah itu, dampak El Nino akan berkurang ketika musim hujan mulai November dan Desember akhir tahun ini
Dalam upaya mengatasi gagal panen akibat musim kemarau dan fenomena El Nino, pihaknya juga akan menyalurkan benih padi kepada petani terdampak.
Berkat program gerakan nasional percepatan budidaya padi (Gernas), Kementerian Pertanian memberikan bantuan benih. dan pupuk pada para petani.
Dari Gernas tersebut sudah menyiapkan 36 ribu hektare lahan yang akan ditanami dalam program gerakan nasional tanam padi bersama Kememntrian pertanian.***