Akhirnya Setelah 78 Tahun, Belanda Resmi Mengakui Kedaulatan Republik Indonesia, Begini Kronologinya

 

inNalar.com -Setelah 78 tahun, Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte, secara resmi mengakui kemerdekaan Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dilansir dari historia.id, pernyataan pengakuan ini disampaikan oleh Rutte di Parlemen Belanda sebagai respons terhadap pertanyaan dari anggota parlemen dari Partai GroenLinks.

Pada 14 Juni 2023 waktu setempat, terjadi pro dan kontra mengenai sebuah hasil penelitian di perdebatan Parlemen Belanda.

Baca Juga: 10 Penyerang Paling Banyak Bikin Peluang Musim Ini, Real Madrid dan Manchester United Wajib Lirik!

Terdapat 15 wakil parlemen yang mempersoalkan mengenai penelitian berjudul ‘Kemerdekaan, Dekolonisasi, Kekerasan, dan Perang di Indonesia, 1945-1950’

Dalam perdebatan tersebut disebutkan adanya kekerasan terencana dari militer Belanda yang begitu ekstrem.

Dalam bahasan ini, terdapat tiga poin yang diutamakan.

Pertama mengenai hukum, di mana dalam penelitian menggunakan ‘kekerasan’ dan bukan ‘kejahatan perang’

Kedua, tanggung jawab serta permintaan maaf dari veteran Belanda yang belum sampai kepada korban.

Baca Juga: Dicibir Setelah Pamer Chat Dinner dengan Boss Besa, Inara Rusli tanggapi Manusia Bebas Berasumsi

Ketiga, kompensasi dan rehabilitasi veteran perang yang malah dianggap penjahat.

Perdana Menteri Rutte hadir didampingi Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan Belanda.

Selain menyatakan permintaan maaf atas masa lalu mengenai kekerasan yang ekstrem, Perdana Menteri Rutte menyampaikan pengakuan terhadap proklamasi Republik Indonesia.

Pernyataannya mengakui bahwa Indonesia merdeka pada 17 Agustus 1945.

Baca Juga: Ini Moistutizer Merk Lokal yang Tidak Kalah Ampuh dengan Merk Brand Luar!

Padahal selama ini Belanda hanya mengakui Indonesia merdeka pada 27 Desember 1947, sesuai dengan hasil Konferensi Meja Bundar pada masa itu.

Pernyataan ini pertama kali diakui dan disampaikan oleh pemerintah Belanda setelah 78 tahun lamanya.

Diketahui, Parlemen Belanda telah lama memperdebatkan periode perang kemerdekaan RI.

Perdebatan ini tentu bukan pertama kalinya dilakukan. Pemerintah Belanda juga meminta maaf kepada penduduk Indonesia atas penjajahan dan kekerasan yang ekstrem pada masa lalu pada tahun 2011.

Begitu pula pada tiga tahun yang lalu, Raja Belanda juga meminta maaf atas jumlah korban yang signifikan selama periode perang antara 1940 hingga 1945.

Permintaan maafnya termasuk mengenai perang yang menelan sekitar 5.300 korban di pihak Belanda dan diperkirakan sekitar 100.000 korban di pihak Indonesia.

Perdana Menteri Rutte juga berjanji untuk berkonsultasi dengan Presiden Indonesia, Joko Widodo, untuk mencapai pemahaman bersama mengenai peristiwa bersejarah tersebut.*** (Ajeng Marcelliani)

Rekomendasi