

inNalar.com – Pada pembangunan infrastruktur di Indonesia khususnya pada sektor pelabuhan terdapat pembangunan terminal petikemas.
Indonesia juga secara terus menerus menjadi negara tujuan bagi para investor global terutama bidang infrastruktur.
Terminal petikemas ini memiliki kapasitas sampai 3 juta TEUs di Jawa Timur.
Pembangunan terminal ini merupakan kolaborasi antara perusahaan swasta global DP World Dubai dengan perusahaan swasta Maspion Group.
Kolaborasi antara dua perusahaan swasta tersebut mendapatkan dukungan dari Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.
Menhub dalam keterangan tertulis menjelaskan bahwa terminal petikemas di Jawa Timur akan jadi terminal kelas dunia yang berfungsi strategis sebagai jalur perdagangan penting yang menjembatani perusahaan Indonesia dengan pasar regional dan global.
Adanya investasi diharapkan menjadi peluang dalam membuka konektivitas perdagangan lebih besar juga memperluas jangkauan logistik global seperti yang dijelaskan CEO DP World Dubai.
Menjadi wujud komitmen bagi Maspion Group dalam kontribusi kepada pembangunan ekonomi juga memanfaatkan peluang investasi terhadap negara.
Dukungan yang diberikan oleh pemerintahan terhadap kedua perusahaan merupakan bukti bersama dalam pengembangan infrastruktur Jawa Timur.
Kerjasama sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Pemerintah memberikan hak konsesi pada PT Pelabuhan Indonesia Maspion dalam perjanjian untuk usaha Terminal Petikemas.
Melansir informasi resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, usaha tersebut terletak di Gresik Jawa Timur dengan nilai aset yang berjumlah Rp 109,51 triliun dalam masa konsesi 71 tahun.
Pembangunan terminal ini dimulai dengan penandatanganan Perjanjian Konsesi yang dilakukan oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Gresik Ditjen Perhubungan Laut Hotman Siagian.
Ditanda tangani juga oleh Direktur PT Pelabuhan Indonesia Maspion Oei Marianus dengan kesaksian Menteri Perhubungan.
Penandatangan ini dilakukan pada 2 Oktober 2023 yang bertempat di Kantor Kementerian Perhubungan Jakarta.
Infrastruktur baru yang ada di Gresik ini akan memperkuat Jawa Timur dalam posisi pintu gerbang perdagangan dan logistik utama.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi