

inNalar.com – Apabila membahas Ponpes, pastinya Jawa Timur jadi yang pertama kali terbersit di pikiran para calon santri dan walinya. Alasannya ialah keberadaan ponpes Gontor yang sudah tak perlu diragukan lagi kualitasnya.
Namun, siapa sangka Bojonegoro pun juga punya Ponpes yang tak kalah berkualitasnya dari Gontor dan bisa masuk opsi tujuan calon santri dan walinya memilih pesantren.
Pasalnya, Ponpes di Bojonegoro yang satu ini telah berhasil mengirimkan ribuan santri lulusannya ke universitas Al Azhar, Mesir.
Baca Juga: Berikut Daftar 5 Kota Terbesar di Jawa Barat, Nomor Satunya Bukan Bandung Tapi Kota Ini, Bisa Tebak?
Ponpes yang satu ini bernama Pesantren Mumtaza. Lokasinya ada di Dusun Bogo, Ngumpak Dalem, Kec Dander, Kab Bojonegoro.
Sebelum menjadi yang sekarang ini, ponpes Mumtaza Bojonegoro ini diketahui merupakan lembaga konsultan pendidikan Islam bagi sekolah yang memfokuskan output pelajarnya agar bisa berkuliah di universitas Al Azhar, Mesir.
Hingga tahun 2023 ini, tercatat ada 1.356 santri Ponpes yang melanjutkan kuliahnya di universitas Al Azhar mesir.
Menariknya lagi, afiliasi pengiriman santri ponpes di Bojonegoro ini tak hanya menyasar ke universitas Al Azhar saja, melainkan ke Turki, Pakistan, Yaman, bahkan Rusia dan Jerman.
Tercatat pada tahun 2019, ponpes Mumtaza Bojonegoro ini berhasil menembuskan 63 santrinya ke beberapa universitas di Turki.
Selain itu, ada 2 lagi santri Pesantren Mumtaza Bojonegoro yang melanjutkan pendidikan di universitas yang ada di Sudan, dan 1 santri lainnya lagi di universitas yang ada di Pakistan.
Diketahui dari 1000 kuota nasional yang diberikan Kemenag RI untuk berkuliah di Timur Tengah ini, ternyata 233 nya merupakan jebolan ponpes Mumtaza Bojonegoro ini.
Usut punya usut, Pesantren Mumtaza Bojonegoro ini awalnya didirikan oleh K H. Ahmad Hafifi, Lc., M.A. pada tahun 2009 di Jakarta.
Namun, karena ibunda beliau mengharapkannya kembali ke kota asalnya, maka Pesantren Mumtaza ini dipindahkan ke Bojonegoro, kota dimana KH Ahmad Hafifi dilahirkan.
Berkat perjuangan gigihnya, pesantren Mumtaza yang dulunya hanya sekadar lembaga konsultan pendidikan kuliah ke Timur Tengah, kini menelurkan santri-santrinya ke universitas yang ada di Mesir, Turki, Yordania, Pakistan, Sudan, dan lain-lain.
Para pengajar ponpes Mumtaza Bojonegoro ini pun juga merupakan alumni dari kampus luar negeri.
Kerennya lagi ada empat bahasa yang diajarkan di pesantren ini, di antaranya adalah Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, dan Bahasa Turki.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi