

inNalar.com – Pada tanggal 1 Mei 2023, terjadi kecelakaan pesawat yang jatuh di hutan Amazon, Kolombia.
Pesawat tersebut adalah pesawat bermesin tunggal Cessna dengan baling-baling, dan di dalamnya terdapat tiga orang dewasa dan empat anak.
Keempat anak, beserta ibu mereka, sedang dalam perjalanan dari desa Araracuara di Amazon menuju San Jose del Guaviare ketika pesawat yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan.
Sang pilot menghubungi pihak pusat untuk mendapatkan bantuan darurat karena kegagalan mesin.
Sayangnya, tak lama setelah panggilan darurat tersebut, pesawat kecil itu hilang dari radar, yang kemudian memicu operasi pencarian untuk menemukan para korban.
Tim penyelamat yang melakukan investigasi hanya menemukan 3 mayat dari total 7 penumpang yang seharusnya ada di dalam pesawat.
4 anak yang juga seharusnya menjadi penumpang tidak ditemukan dan dianggap hilang.
Pemerintah Kolombia segera meluncurkan operasi pencarian yang besar dengan menggunakan anjing pelacak yang berhasil menemukan bekas-bekas makanan buah yang ditinggalkan.
Setelah upaya pencarian yang berlangsung selama 40 hari, akhirnya keempat anak tersebut ditemukan dalam keadaan selamat.
Mereka ditemukan pada tanggal 9 Juni 2023.
Keempat anak tersebut masing-masing berusia 13 tahun, 9 tahun, 4 tahun, dan 11 bulan.
Saat sampai ke pelukan sang ayah, anak tertua bercerita bahwa sang ibu berhasil bertahan hidup selama 4 hari setelah kecelakaan pesawat terjadi.
Baca Juga: Kesal Wajah Kusam? Ini Tips Bikin Kulit Cerah dan Glowing dengan 2 Bahan Sederhana Berikut
Kemudian, sang ibu menyuruh mereka untuk segera ‘pergi’ agar dapat tetap hidup.
Anak-anak ini selamat berkat mengonsumsi tepung singkong yang ditemukan di pesawat dan juga buah-buahan yang berada di hutan.
Diketahui, mereka ditemukan dengan membawa dua tas kecil yang berisi beberapa pakaian, handuk, senter, dua ponsel, sebuah kotak musik, dan botol minuman ringan.
Botol minuman itu mereka gunakan untuk mengisi air di hutan agar tidak dehidrasi.
Selama bertahan hidup di hutan, mereka bersembunyi di dalam batang pohon untuk melindungi diri dari binatang buas yang terkenal di hutan tersebut, seperti ular dan nyamuk.
Meski ditemukan dalam kondisi baik, diketahui anak-anak ini mengalami kekurangan gizi yang membutuhkan perawatan lebih lanjut ke rumah sakit.
Namun, saat ini mereka sudah mulai aktif dan dapat menceritakan apa yang terjadi sedikit demi sedikit.***(Ajeng Marcelliani)