

inNalar.com – Salah satu desa di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta dikatakan hanya disinari matahari selama enam jam saja.
Biasanya sinar matahari yang muncul di desa unik Gunungkidul tersebut mulai terbit pada pukul 09.00 WIB.
Sedangkan, waktu tenggelamnya matahari di desa unik Gunungkidul, Yogyakarta tersebut terjadi pada pukul 16.00 WIB.
Hal tersebut tentu saja menjadi fenomena langka yang berbeda dengan kebanyakan desa di Indonesia.
Desa di Gunungkidul tersebut diketahui diapit oleh dua bukit yang ada di sebelah Timur dan Barat.
Selain bukit, konon katanya lahan desa yang ditempati warga saat ini dulunya merupakan lembah Sungai Bengawan Solo Purba.
Baca Juga: Wilayahnya Termiskin di NTB, Bupati Lombok Utara Ini Harta Kekayaan Meningkat Rp5 Miliar, Kok Bisa?
Mengenai waktu keberadaan matahari di desa ini belum diketahu penyebabnya mengapa jam terbit dan tenggelamnya tidak sama dengan kebanyakan desa lainnya.
Namun, beberapa orang berendapat bahwasaannya kondisi tersebut diakibatkan adanya dua bukit yang menjulang tinggi di Timur dan Barat desa.
Sebab itulah, sinar matahari selalu datang terlambat dan cepat kembali dari desa ini.
Melansir dari laman YouTube @Cerita_Desa_Indonesia, disebutkan bahwa nama desa yang dimaksud adalah Desa atau Dusun Wotawati.
Dusun tersebut terletak di Pucung, Kecamatan Girisobo, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Selain itu, Dusun Wotowati juga diketahui terdiri dari 4 RT dan 82 kepala keluarga saja.
Sebab kondisi lahan yang subur dan sinar mataharinya yang pas bagi tumbuhan, beberapa dusun di Gunungkidul termasuk Wotawati tersebut ditinjau.
Membahas mengenai desa, tentu saja tidak tertinggal mengenai pemandangan alamnya yang sejuk dan menentramkan.
Nah, tentu saja berbeda dengan beberapa kelompok lain, sebab desa yang ada di Gunungpati tersebut cukup unik.
Itulah sekilas informasi mengenai Desa Wotowati, Kalimantan Timur yang wilayahnya hanya disinari jam selama 6 jam saja.***