

inNalar.com – Usai ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan, Doni Salmanan ungkapkan permintaan maaf ke seluruh masyarakat, terutama yang menjadi korbannya.
Ungkapan maaf tersebut diucapkan Doni Salmanan di Bareskrim Polri, pada 15 Maret 2022, sebagaimana dikutip inNalar.com dari Youtube Intens Investigasi.
Jelasnya, Crazy rich Bandung itu ditangkap dengan tuduhan telah melakukan investasi bodong berkedok trading di aplikasi Qoutex.
Baca Juga: Punya Pacar Tukang Ngutang, Pertanda Terjebak Toxic Financialship?
Bahkan, pria berusia 23 tahun ini diduga meraup keuntungan ratusan juta rupiah dalam waktu singkat hasil dari penipuan tersebut.
Tak hanya itu, di samping permohonan maaf atas apa yang menimpa dirinya, Doni juga berharap untuk diringankan masa hukuman.
“Besar harapan saya masyarakat Indonesia bisa memaafkan semua kesalahan saya. Saya juga memohon doanya agar sanksi terhadap saya bisa diringankan,” ujar Doni Salmanan.
Sembari mengenakan baju tahanan, Doni Salmanan memberikan pesan terhadap masyarakat Indonesia supaya lebih waspada dan hati-hati soal trading ilegal.
“Kemudian juga kepada masyarakat Indonesia untuk berhati-hati,” lanjutnya.
Uniknya, sebagai tersangka Doni justru terlihat tenang saat berbicara di depan publik. Sehingga tingkah tersebut mengundang reaksi dari berbagai pihak.
Salah satunya, menurut ahli ekspresi Joice Manurung mengatakan gaya tenang Doni adalah sesuatu hal yang tidak biasa dimiliki kebanyakan orang.
Joice terlihat kagum dengan peristiwa tersebut dan menganggap bahwa tersangka dirasa mempunyai kontrol emosi yang baik.
“Memang itu kekuatan yang bersangkutan mengendalikan situasi dan mengendalikan emosi dirinya,” kata pakar ekspresi tersebut.
Selain tenang, Joice juga menjelaskan arti perilaku Doni yang tampak memasukkan kedua tangannya ke dalam saku.
Ia menyebutkan bahwa upaya tersebut bisa saja berarti sebuah pembelaan diri untuk mencari kenyamanan disaat merasa tertekan.
” Defensif, membela dirinya mencari aman bagi dirinya,” sambungnya.
Sehingga perilaku yang dilakukan tersangka kasus penipuan tersebut dinilai menunjukkan keterampilan dalam mengontrol emosi disaat tertimpa sebuah masalah.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi