Ada yang Tahu Bedanya Kaki Seribu dan Kelabang? Yuk Simak 5 Fakta Unik Kelabang Berikut Ini

inNalar.com – Serangga kaki seribu atau kelabang merupakan arthropoda yang termasuk dalam kelas Chilopoda dalam subfilum Myriapoda.

Terdapat lebih dari 3.000 spesies kelabang yang diketahui di seluruh dunia, dan para ilmuwan memperkirakan jumlahnya bisa mencapai 8.000.

Bagi banyak orang kelabang cukup menakutkan karena bisa menyengat dan melukai manusia namun ternyata ada fakta unik tentang hewan ini.

Baca Juga: Kejar Ketertinggalan di Jawa, Pemprov Jawa Timur Kebut PLTP Blawen Ijen Rampung Tahun 2024

Tapi ada juga beberapa orang yang justru memeliharanya karena dianggap unik. Berikut 10 fakta mengejutkan tentang kelabang yang dikutip dari Youtube YYF_Channel.

1. Lipan tidak mempunyai 100 kaki

Dalam bahasa Latin, kata lipan berarti “seratus kaki”. Maka tidak heran jika kebanyakan orang percaya bahwa semua kelabang memiliki 100 kaki.

Namun nama ini menyesatkan, karena kebenaran tentang anatomi kelabang jauh lebih kompleks.

Baca Juga: Dulu Warganya Terikat Rentenir, Desa Wisata di Klaten Ini Kini Miliki Pendapatan Fantastis Total Rp14 Miliar

Terlepas dari namanya, tidak ada kelabang yang memiliki 100 kaki. Semua spesies kelabang memiliki jumlah pasang kaki ganjil dan sebagian besar memiliki antara 30 hingga 382.

Oleh karena itu, tidak ada spesies kelabang yang memiliki tepat 100 kaki.

2. Kelabang bisa menumbuhkan kembali kakinya

Kebanyakan makhluk tidak dapat menumbuhkan kembali anggota tubuh yang hilang, Sekali anggota tubuh hilang, ia hilang selamanya.

Baca Juga: Awas! Jangan Pernah Memukul Merpati Karena Bisa Mengenali Wajah, Berikut 10 Fakta Unik yang Wajib Disimak

Namun, hewan tertentu telah mengembangkan kemampuan unik untuk menumbuhkan kembali anggota tubuh yang hilang.

Salamander, bintang laut, dan kecoa hanyalah beberapa contoh hewan yang menggantikan anggota tubuh yang hilang, dan Anda dapat menambahkan kelabang ke dalam daftar tersebut.

Meskipun beberapa spesies kelabang dilahirkan dengan jumlah kaki paling banyak, spesies lain tumbuh lebih banyak kaki seiring dengan pergantian kulit dan pertumbuhan.

Baca Juga: Habiskan Uang Negara, Proyek Pelabuhan Mangkrak di Kepri Ini Malah Jadi Stoknya Koruptor Raup Duit Rp9 Miliar

Selain itu, jika kelabang kehilangan sebagian kakinya, seperti saat berkelahi atau bertemu dengan predator, kaki yang hilang tersebut akan beregenerasi saat kelabang berganti kulit.

Kakinya mungkin perlu berganti kulit beberapa kali agar bisa tumbuh kembali sepenuhnya, tetapi lama kelamaan kakinya akan kembali ke ukuran standarnya.

3. Kebanyakan kelabang hidup di luar ruangan

Kelabang hidup di berbagai iklim dan habitat berbeda di seluruh dunia.

Baca Juga: Jangan Dibuang! dr Zaidul Akbar Berikan Resep Kopi Biji Kurma, Ternyata Punya Banyak Manfaat Kesehatan

Ada yang hidup di gua atau lingkungan bawah tanah, ada pula yang hidup di gurun atau hutan tropis.

Anda bahkan dapat menemukan kelabang di dekat daerah kutub.

Secara umum, mereka cenderung lebih menyukai habitat gelap dan lembab yang memberi mereka tempat berteduh, makanan, dan akses terhadap air.

Namun, ada kelabang yang merupakan pengecualian terhadap aturan ini.

Kelabang rumah yang diberi nama tepat adalah kelabang yang paling banyak ditemukan di rumah.

Baca Juga: Pergiat Lahan Irigasi Komering Seluas 18,21 ha, Bendungan di Sumatera Selatan Ini Ditargetkan Tuntas 2025

Berasal dari Mediterania, kini tersebar luas di seluruh dunia.

Tidak seperti banyak spesies kelabang lain yang menghabiskan sebagian hidupnya di luar ruangan, kelabang ini adalah satu-satunya spesies yang diketahui menjalani seluruh hidupnya di dalam ruangan.

4. Lipan adalah karnivora

Seperti arthropoda lainnya, kelabang merupakan karnivora yang mengandalkan penangkapan dan memakan mangsa untuk bertahan hidup.

Namun, terkadang mereka memakan tumbuhan, terutama saat mereka akan kelaparan.

Baca Juga: Ajukan Rp740 Miliar, Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie Bakal Bangun Jalan di Kalimantan Barat, Cair 2023?

Mereka adalah predator generalis dan telah berevolusi untuk memakan hampir semua hal yang dapat mereka tangkap.

Lipan biasanya hanya menyerang dan memakan hewan yang lebih kecil dari dirinya.

Mereka memakan berbagai macam invertebrata, seperti cacing, jangkrik, kecoa, dan gegat, serta pesaingnya, termasuk laba-laba dan lipan lainnya.

Kelabang raksasa bahkan akan menyerang vertebrata seperti bayi burung dan mamalia kecil.

5. Kelabang beracun

Seperti disebutkan sebelumnya, kelabang merupakan predator generalis, berburu di malam hari menggunakan taktik penyergapan.

Namun, sifat yang membuat mereka menjadi predator berbahaya bukanlah kecepatan atau kemampuan sembunyi-sembunyi mereka, melainkan racun mereka yang kuat.

Semua kelabang berbisa dan dapat menimbulkan sengatan yang menyakitkan dengan kaki depannya yang seperti penjepit, yang disebut penjepit.

Kakinya mengandung kelenjar racun dan diakhiri dengan cakar yang tajam.

Mereka menggunakan pelengkap ini untuk menangkap dan kemudian menyuntikkan racun ke mangsanya.

Racunnya dapat melumpuhkan atau membunuh tergantung ukuran mangsanya, sehingga memudahkan pekerjaan kelabang.

Itulah 5 fakta tentang kelabang yang perlu kamu ketahui.***

 

Rekomendasi