

inNalar.com – Objek wisata air terjun yang satu ini berada di Probolinggo, Jawa Timur.
Jika wisatawan pergi ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, maka objek wisata yang satu ini jangan sampai dilewatkan, karena lokasinya cukup berdekatan.
Wisatawan yang berkunjung ke air terjun ini rupanya tak hanya sekadar menikmati keindahan alam khas tropis Probolinggo, Jawa Timur.
Ternyata air terjun terpopuler di Probolinggo Jawa Timur ini juga menyimpan jejak legenda Mahapatih Gadjah Mada yang cukup mengundang rasa penasaran para wisatawan.
Nama air terjun yang satu ini adalah Madakaripura. Wisatawan bisa menemukan keindahan bentangan alam aliran air raksasa ini di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.
Dilansir dari laman resmi Kemenparekraf RI, air terjun Madakaripura ini merupakan penggabungan dari tiga kata yang memiliki makna mendalamnya tersendiri.
Baca Juga: Wacana Pemekaran Wilayah Kalimantan Utara: Kabupaten di Ini Bakal Dipecah Jadi 3 CDOB, Bisa Tebak?
Pertama, kata ‘Mada’ yang diambil dari Gadjah Mada. Ia adalah seorang panglima perang Kerajaan Majapahit yang sangat dikenal hingga kini.
Kedua, kata ‘Kari’ yang artinya adalah peninggalan. Ketiga, kata ‘Pura’ memiliki makna sembahyang.
Jadi, dikisahkan bahwa Gadjah Mada sering melakukan semedi di air terjun terindah di Probolinggo ini.
Kisahnya yang kian melegenda di tengah masyarakat membuat air terjun ini dinamakan dengan Madakaripura.
Selain itu, dimaknai pula bahwa Air Terjun Madakaripura ini diyakini sebagai aliran air yang abadi oleh masyarakat setempat di sekitar Probolinggo, Jawa Timur.
Pasalnya, sejak dahulu kala air terjun ini terus mengalir hingga kini, sehingga disebutlah aliran air raksasa ini memiliki aliran yang abadi.
Aliran air raksasa di Probolinggo ini mengalir dari tebing curam setinggi 200 meter.
Ketinggian yang memuncak ini membuat aliran air raksasa yang satu ini disebut sebagai air terjun tertinggi di Pulau Jawa sekaligus tertinggi kedua di Indonesia.
Apabila wisatawan menjelajah lebih mendalam akan ditemukan sebuah goa yang berada di balik sisi air terjun lainnya.
Goa tersebut berada di sudut lain dari air terjun utama yang akan dituju. Diyakini oleh masyarakat bahwa dahulu goa tersebut digunakan oleh Gadjah Mada bersembahyang.
Wisatawan akan disuguhkan kolam yang tidak begitu luas, tetapi warna airnya biru kehijauan serupa warna tosca yang bercahaya berkat pantulan sinar matahari.
Akses menuju air terjun terindah di Probolinggo ini cukup melelahkan, tetapi hanya membutuhkan perjalanan selama 20 menit saja.
Disarankan untuk menggunakan sepatu gunung atau jenis lainnya yang nyaman dipakai buat menjelajah bebatuan dan permukaan yang cukup curam.
Menimbang keamanan dan kenyamanan pengunjung, disarankan untuk berkunjung ke objek wisata air terjun yang satu ini saat bukan musim hujan.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi