

inNalar.com – Salah satu bangunan kuno di Solo, Jawa ini berdiri sejak tahun 1901, dan dibangun pada masa Pakubuwono X.
Kehadiran bangunan ini menjadi salah satu pertanda bahwa terdapat pengaruh kolonial Belanda di Solo kala itu.
Bangunan ini bernama Bondoloemakso yang letaknya di daerah Pasar Kliwon, Kota Solo Jawa Tengah.
Pada mulanya, bangunan tua ini terletak di luar tembok kraton Kasultanan Surakarta Hadiningrat.
Kemudian, pada tahun 1917 dipindah berdekatan dengan keraton surakarta.
Dilansir dari Kemenparekraf, pembuatan bangunan ini bertujuan sebagai kantor bank dan tempat pegadaian.
Saat itu marak praktik rentenir. Sehingga pihak keraton membuat kantor tersebut agar masyarakat aman.
Adapun perancang bangunan Bondoloemakso di Solo ialah arsitek asal Belanda, bernama Thomas Karsten.
Bangunan yang kental dengan gaya arsitektur kolonial ini, memiliki jendela besar.
Baca Juga: Terungkap Penyebab Lemahnya Jantung Menurut dr Zaidul Akbar, Apakah Bisa Dipengaruhi Penyakit Hati?
Kemudian, terdapat ornamen dan lambang Keraton Kasunanan pada kanopi bangunan tersebut.
Sebagai bangunan kuno di Solo, Jawa Tengah. Bangunan ini juga menyimpan berbagai cerita mistis.
Keberadaan kolam dalam bangunan tersebut menurut warga setempat tidak pernah mengering, sekalipun di musim kemarau.
Bahkan, ada yang menyebut jika kolam dalam bangunan tersebut kadang ada penampakan makhluk astral.
Selain Bangunan Bondoloemakso, masih terdapat banyak bangunan kuno dan peninggalan bersejarah lain si Solo jawa Tengah.
Bahkan, bangunan tersebut menjadi saksi kemerdekaan Indonesia hingga peradaban Nusantara.
Diantaranya bangunan bersejarah di Solo Jawa Tengah ialah, Loji gandrung, Omah Lawa, Gedung Djoeang 45, Benteng Vastenburg, Gedung Kavallerie, dan lain sebagainya.
Kesemua bangunan itu memiliki desai bangunan ala kolonial Belanda pada masanya. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi