Ada Sejak 1986, Jembatan di Samarinda Kalimantan Timur Punya 6 Bentang, Pembangunan Libatkan Teknologi Belanda

inNalar.com – Salah satu jembatan yang menjadi ikon dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur adalah Jembatan Mahakam.

Jembatan Mahakam membentang sepanjang 400 meter di atas sungai terpanjang di Kalimantan Timur, yakni Sungai Mahakam.

Jembatan yang melintas di atas Sungai Mahakam ini menghubungkan antara Kecamatan Samarinda Kota dengan Samarinda Seberang.

Baca Juga: Hebohkan Twitter! Debat Sengit Partai Socmed vs Neo Historia, Netizen: Langsung Ulti Pake Daftar Pustaka

Selain menjadi jalur konektivitas antar daerah di Samarinda, Kalimantan Timur, Jembatan Mahakam juga menjadi salah satu jembatan yang dibangun di era Presiden Soeaharto di Indonesia.

Dilansir dari Dispusip Kota Samarinda, pembangunan dari infrastruktur ini dimulai pada 13 April 1982.

Pada tahun tersebut, Gubernur kalimantan Timur, Ery Supardjan dan Menteri PU, Purnomosidi bersama tim melakukan survei ke lokasi.

Baca Juga: Usai Istri Founder Diduga Dukung Israel, Grab dan Ovo Salurkan Bantuan Rp3,5 Miliar untuk Korban di Gaza

Kemudian, pada 6 Oktober 1983, pemacangan tiang pertama atau groundbreaking  berhasil dilakukan.

Akan tetapi, tepat setelah pemacangan tiang pertama, permasalahan muncul, yakni sungai yang begitu dalam serta struktur tanah yang berbeda dengan daratan.

Meski permasalahan muncul tepat di awal, PT Hutama Karya (Persero) yang saat itu bertanggung jawab untuk menjadi kontraktor dalam proyek ini terus berupaya untuk melanjutkan pekerjaan.

Baca Juga: Mengejutkan! TKN Capres Cawapres Prabowo-Gibran Komposisinya Diisi Tokoh Penting, Ada Misi Jaga Keamanan

Selain struktur tanah, tantangan lain juga muncul dari panjang bentang jembatan. Pada tahun 1980-an, jembatan yang memiliki panjang mirip dengan Jembatan Mahakam ini jumlahnya masih sedikit.

Hambatan terakhir adalah biaya. Dalam pembangunannya, proyek ini menghabiskan dana sekitar Rp7,2 miliar (kurs USD 1946 = Rp1.641) atau jika menggunakan saat ini Rp65,8 miliar (kurs USD Rp15.000).

Pembiayaan yang sangat besar ini harus dilakukan ditengah-tengah harga minyak dunia yang sedang turun.

Meskipun begitu, pembangunan dari Jembatan Mahakam ini berhasil diselesaikan dengan tepat pada waktunya.

Pada 2 Agustus 1986, Presiden Soeharto bersama Gubernur Kalimantan Timur, Soewandi dan Menteri PU, Suyono Sosrodarsono melakukan peresmian Jembatan Mahakam.

Meski memiliki banyak rintangan, namun, terdapat hal menarik dalam pembangunan proyek tersebut, yakni penggunaan teknologi Belanda dalam konstruksi jembatan.

Teknologi Belanda yang dipakai adalah sistem Hollandia Kloos. Sistem ini memiliki kelebihan yakni kuat menopang bentang jembatan yang mencapai 100 meter.

Jembatan Mahakam di Samarinda ini memiliki total panjang 400 meter yang dibagi dalam enam bentang dengan bentang terpanjang sepanjang 100 meter.

Sedangkan, lima bentang sisanya memiliki panjang yang sama, yakni 60 meter.

6 bentang milik Jembatan Mahakam ini ditopang oleh lima buah pilar yang berjajar dari sisi Samarinda Seberang hingga Samarinda Kota.

Adapun desain dari infrastruktur ini adalah berupa barisan segitiga sama kaki di sisi kanan dan kiri dengan jarak antar kaki sekitar 10 meter.

Jembatan Mahakam memiliki tinggi sekitar 10,5 meter, termasuk kolong jembatan setinggi 2 meter. ***

 

Rekomendasi