Ada Puncak Bersalju, Taman Nasional di Papua Ini Miliki Ekosistem Terlengkap di Asia Pasifik, Tapi…

inNalar.com – Berbicara mengenai kekayaan di Papua memang tidak ada habisnya.

Papua dikenal sebagai daerah yang sangat kaya akan bahan tambang dan potensi alam lainnya.

Potensi dan kekayaan alam dari daerah ini pun mendorong bangsa-bangsa asing untuk menguasai Pulau Papua.

Baca Juga: 10 Tahun Dibangun, Vihara Megah di Singkawang Ini Mirip Istana Kekaisaran China: Lokasinya…

Kekayaan alam dan potensi di Papua ini telah terangkum dalam sebuah taman nasional.

Dikenal dengan nama Taman Nasional Lorentz yang miliki kekayaan alam luar biasa.

Taman nasional ini bahkan telah diakui oleh UNESCO sebagai situs warisan dunia.

Bahkan, UNESCO menyebutkan bahwa taman ini merupakan satu-satunya kawasan lindung di dunia yang menggabungkan transek utuh dan berkelanjutan dari lapisan salju ke lingkungan tropis.

Taman Nasional ini memiliki gradasi ekosistem dengan ketinggian antara 0 hingga 4.884 mdpl dengan puncak tertinggi Cartenz dan salju abadinya.

Kawasan ini miliki area yang sangat luas yakni mencapai 2,5 juta hektar.

Dilansir inNalar.com dari indonesia.travel, taman ini menempati 10 kabupaten di Papua.

Selain itu, pintu masuk taman nasional ini ada tiga kota berbeda, yaitu Timika, Wamena, dan Enarotali.

Taman Nasional Lorentz juga merupakan kawasan konservasi terluas dengan ekosistem terlengkap di Asia Pasifik.

Taman nasional ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan.

Taman ini masih belum dipetakan, dijelajahi dan banyak terdapat tanaman asli, hewan dan budaya.

Namun, terdapat jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi yakni 630 jenis burung dan 123 jenis mamalia.

Tak hanya keanekaragaman hayatinya saja, di kawasan ini keanekaragaman budaya yang mengagumkan.

Diperkirakan kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman beberapa suku di sana.

Beberapa suku tersebut meliputi Suku Nduga, Dani Barat, Suku Amungme, Suku Sempan dan Suku Asmat.

Namun, beberapa waktu belakangan Taman Nasional Lorentz mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Hal tersebut lantaran adanya ancaman proyek jalan Trans Papua yang dikhawatirkan akan berdampak pada situs warisan dunia ini.

Diketahui bahwa Jalan Trans Papua khususnya ruas Wamena-Habema-Kenyam total panjangnya 284,3 km.

Rute tersebut melintasi kawasan Taman Nasional Lorentz sepanjang 178,3 km.

Tentunya proyek tersebut bisa mempengaruhi habitat dan perlindungan berbagai keanekaragaman hayati di sana.

Proyek tersebut pun bahkan mendapat sorotan tajam dari UNESCO.

Pihak UNESCO mendesak pemerintah Indonesia memberikan detik pembangunan dan peninjauan beberapa proyek yang di tuangkan dalam keputusan Komite Warisan Dunia.***

 

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]