

InNalar.com – Semarang, Jawa Tengah punya satu stasiun yang hanya memiliki luas area 125 meter saja dan menjadi salah satu yang tertua di Indonesia.
Stasiun tertua tersebut adalah Stasiun Alastua yang berlokasi di Tlogomulyo, Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah.
Dulunya, nama Stasiun Alastua ini adalah Halte Allas-Toewa atau Alastuwa pada awal dibukanya oleh NIS atau Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij.
NIS membangun jalur di Stasiun Alastua tersebut yang membentang sepanjang Semarang-Tanggung dengan jarak sejauh 25 kilometer.
Jalur kereta api tersebut merupakan sebuah proyek besar NIS untuk menghubungkan Semarang-Vorstenladen (daerah-daerah pecahan Kerajaan Mataram).
Daerah pecahan tersebut diantaranya Kasultanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Kadipaten Mangkunegaran, dan Kadipaten Mangkualaman.
Stasiun Alastua Semarang ini merupakan stasiun kereta api kelas ll yang mulai beroperasi pada 10 Agustus 1867.
Stasiun ini juga disebut dengan stasiun pulau kecil karena lokasinya yang di apit oleh lintasan rel kereta api di kedua sisinya.
Stasiun ini hanya punya 6 jalur kereta api dengan 3 jalur utamanya untuk dilintasi KA reguler, sedangkan 3 jalur lainnya digunakan untuk penyimpanan gerbong kereta yang digunakan untuk keadaan darurat.
Melansir dari KAI, meski tidak begitu populer di telinga masyarakat, stasiun ini memiliki peran penting dalam mobilitas kereta di Semarang.
Pasalnya, stasiun ini digunakan sebagai tempat pemberhentian kereta api dari arah timur ketika banjir melanda di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng.
Nantinya, kereta api-kereta api tersebut kemudian akan ditarik oleh lokomotif hidrolik secara bergiliran menuju Stasiun Semarang Poncol.
Hingga saat ini, Stasiun Alastua masih dilewati oleh kereta penumpang dan juga barang.
Akan tetapi, disebutkan hanya ada 1 kereta penumpang yang berhenti di pemberhentian stasiun tersebut.
Kereta Lokal Kedung Sepur adalah satu-satunya yang melakukan pemberhentian di Stasiun Alastua. ***