Ada di Ketinggian 3.500 mdpl, Tambang Milik PT Freeport di Papua Ini Punya Kereta Gantung dengan Pemandangan Berselimut Kabut

inNalar.com – Siapa yang menyangka ternyata di area pertambangan tanah air terdapat kereta gantung yang menawan.

Kereta gantung ini adalah milik dari PT Freeport Indonesia yang terletak di di Tembagapura, Papua.

Tepatnya dengan ketinggian sekitar 3.500 mdpl. Tinggi keretanya bahkan mengalahkan Gunung Slamet.

Baca Juga: Telan Dana Rp1,75 Miliar, Pengaman Pantai Pangandaran di Jawa Barat Ini Ternyata Punya Fasilitas Jogging Track, Panjangnya…

Kereta ini telah dipakai sejak puluhan tahun lalu untuk menuju area pertambangan Grasberg.

Grasberg sendiri merupakan salah satu area pertambangan terbuka atau open pit terbesar yang saat ini dimiliki oleh PT Freeport Indonesia.

Melansir dari akun Instagram @miningindustry.id kehadirannya juga menjadi yang tertinggi dan terpanjang di tanah air.

Baca Juga: Full Didanai Kuwait Rp35 Miliar, Pondok Pesantren Terbaik di Garut Jawa Barat Ini Bakal Bangun 9 Fasilitas Mewah, Apa Saja?

Saat ini sendiri keretanya masih dapat beroperasi tidak terkecuali saat musim hujan sekalipun.

Setiap tahunnya perusahaan tambang ini terus melakukan pengecekan terhadap infrastruktur tersebut. Termasuk di setiap minggunya dilakukan pengecekan lintasan.

Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk Good Mining Practice. Tujuannya yakni agar menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman.

Baca Juga: Dihantui Krisis Air Bersih, Maluku Utara Bakal Bangun Embung Mewah Berbiaya Jumbo Rp14 Miliar di Pelosok Pulau Ternate, Progresnya…

Selain itu, dapat pula bermanfaat untuk mengorangi potensi kecelakaan kerja bagi para pekerja.

Kehadirannya dapat mengangkut penumpang dari lokasi tambang atau sealiknya secara efektif.

Infrastruktur buatan Swiss tersebut bergerak memakai energi listrik.

Baca Juga: 335 Km dari Samarinda, Kepulauan di Kabupaten Berau Ini Hadirkan Eksotisme Surga Tersembunyi Bawah Laut yang Menawan

PT Freeport Indonesia sendiri telah menyiapkan tenaga cadangan khusus untuk mengantisipasi apabila terjadi pemadaman.

Terdapat dua sistem cadangan jika terjadi blackout. Tepatnya memakai generator bantu serta kereta penyelaman.

Jika memakai generator bantu tidak dapat dilakukan atau terjadi kemacetan, maka akan dilakukan solusi penjemputan karyawan dengan kereta penyelamat.

Baca Juga: Dibangun 1660, Keraton di Maluku Utara Ini Miliki Gaya Arsitektur yang Menyiratkan Makna Tersembunyi

Kereta ini sendiri dapat dioperasikan dengan penumpang minimal 2 orang saja.

Di dalam keretanya pun telah ada radio komunikasi yang telah tersambung ke operator.

Dengan begitu, jika ada keadaan darurat maka bisa langsung terhubung.

Baca Juga: Wamenhan Buka-bukaan Soal Pembelian 42 Unit Pesawat Tempur Rafale Baru Buatan Prancis dan Mirage 2000-5 Bekas Angkatan Udara Qatar

Adapun jarak panjang lintasan yang ditempuh menggunakan kereta ini mencapai 1,6 km.

Sedangkan kecepatan lajunya bisa mencapai angka maksimum 7,5 meter dan 9 meter per detik.

Sayangnya, penumpang harus berdiri selama di perjalanan karena tidak ada tempat duduk di dalamnya.

Baca Juga: TKN Prabowo-Gibran Bakal Genjot Produksi Bioetanol dari Tebu dan Singkong, Upayakan Transisi Energi Bersih Jika Terpilih di Pilpres 2024

Para penumpang hanya dapat berpegangan pada tali gantung yang telah tersedia seperti sedang berada di bus kota.

Suasana di sekitar lintasan kereta biasanya dipenuhi oleh awan-awan yang menutupi pandangan.

Seperti kabut hingga awan tebal sehingga menjadi pemandangan unik saat menaiki kereta gantung ini.

Baca Juga: Kunker ke Vietnam, Presiden Jokowi Ajak Pengusaha Investasi di IKN hingga Pamerkan Potensi Pasar Karbon Indonesia Senilai Rp3,1 Kuadriliun

Setelah perjalanan selesai, maka penumpang akan sampai di terminal untuk melanjutkan perjalanan ke area tambang terbuka Grasberg. ***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]