Ada di Ketinggian 2,448 Mdpl, Inilah Daerah Tertinggi di Papua dan Jadi yang Terdingin se-Indonesia

inNalar.com – Berbicara tentang puncak tertinggi di Indonesia, satu tempat yang langsung terlintas di otak kita pasti Puncak Jaya Wijaya di Papua.

Diketahui, Puncak Jaya Wijaya di Papua ini memiliki ketinggian sekitar 4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Puncak Jaya Wijaya di Papua memiliki suatu hal yang khas dan hanya bisa ditemukan di sini, yakni salju abadi.

Baca Juga: Seseorang di Jawa Timur Ini tidak Sengaja Temukan Peninggalan Kerajaan Tahun 1336, Diduga dari Majapahit?

Dengan ketinggian lebih dari 4.000 mdpl, tentunya Puncak Jaya Wijaya memiliki suhu yang sangat rendah dan akan terasa sangat dingin bagi warga Indonesia yang biasanya hidup di daratan rendah.

Namun, ternyata ada juga masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah sekitar gunung ini, bahkan terbentuk sebuah daerah pemerintahan.

Daerah tersebut adalah Kota Mulia yang berada di ketinggian 2.448 mdpl.

Baca Juga: Berdiri Sejak 1991! Pabrik Permen Terkenal di Jawa Timur Ini Alami Kerugian Selama 4 Tahun Hingga Bangkrut?

Kota Mulia memiliki luas daerah sekitar 883 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitarb 35 ribu jiwa pada tahun 2021.

Kota Mulia atau yang juga sering disebut sebagai Distrik Mulia adalah satu-satunya daerah berpenghuni di ketinggian 2.000 mdpl dengan daerahnya dikelilingi oleh Pegunungan Jaya Wijaya.

Karena lokasinya yang sangat tinggi, tentunya suhu di Distrik Mulia ini hanya memiliki suhu sekitar lima belas derajat saat siang hari.

Baca Juga: 13 Km dari Bandung, Kampung di Jawa Barat ini Tak Pernah Makan Nasi, Bukan Karena Sulit Ekonomi, melainkan…

Sedangkan saat malam tiba, suhu di wilayah ini dapat turun hingga mencapai sembilan derajat.

Karena itu, Kota Mulia mendapat predikat sebagai daerah terdingin di Indonesia.

Selain itu, curah hujan di Kota Mulia ini juga tergolong tinggi. Hujan dapat terjadi bahkan hampir sepanjang tahun.

Kebanyakan masyarakat yang tinggal di Kota Mulia ini memilih tinggal di Honai, yakni rumah adat Papua yang memiliki bentuk seperti jamur.

Meski merupakan kota kecil dengan lokasi yang cukup ekstrem, Distrik Mulia ini ternyata juga memiliki sebuah bandara di wilayahnya.

Bandara tersebut melayani pesawat kecil dengan rute penerbangan ke Jayapura, Papua yang bisa ditempuh selama satu jam.

Untuk menuju ke Kota Mulia juga bisa menggunakan jalur darat. Namun, jalur darat ini lebih lama dan berbahaya.

Perjalanan jalur darat memakan waktu sekitar 16 jam dengan harus melewati jalan bebatuan juga jalan dengan jurang di sisi kiri dan kanan.***

Rekomendasi