

inNalar.com – Berwisata tidak hanya melulu soal objek alam semata. Namun juga wisata yang berbau edukasi. Salah satunya adalah wisata edukasi.
Wisata juga dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan bagi pengunjung. Jika kamu tertarik, Desa Kamal yang ada di Jember bisa menjadi opsi menarik yang dapat dipertimbangkan.
Desa Kamal berada di Kecamatan Anjasa, Jember Jawa Timur. Berjarak 16 km dari alun-alun kota Jember. Hal yang perlu diperhatikan adalah akses jalan yang rusak dan sempit.
Baca Juga: Tembok Raksasa Bawah Laut Ditemukan di Papua, Benarkah Peninggalan Atlantis?
Namun bagi pecinta wisata sejarah, mengunjungi Desa Kamal tentunya direkomendasikan. Di Desa Kamal, tersebar beragam batu dari zaman megalitikum.
Batu tersebut ditempatkan di dua situs, yakni Situs Duplang dan Situs Klanceng.
Pada awalnya, masyarakat tidak peduli dengan keberadaan batu tersebut karena dianggap tidak memiliki nilai. Sehingga dianggap tidak akan hilang oleh pencuri.
Ternyata, lama kelamaan beberapa batu tersebut hilang. Dan para warga akhirnya mengumpulkan batu tersebut ke satu tempat agar aman dari pencuri.
Adapun tempat menyimpan berada di dua situs, yakni Situs Duplang dan Situs Klanceng.
Tempat untuk meletakkan batu tersebut berada disebuah perkarangan warga bernama Pak Wahyudi. Beliau jugalah yang merawat dan membersihkan tempat tersebut.
Baca Juga: Rumah Kerucut Berusia 800 Tahun Jadi Warisan Arsitektur Budaya di Kampung Adat Wologai, Flores
Ada tiga jenis batu yang dapat dijumpai di Desa Kamal.
Pertama, ada Batu Kenong yang berada di Situs Klanceng dan digunakan oleh nenek moyang sebagai bentuk persembahan dan juga sebagai alat pemujaan. Batu ini diperkirakan dibuat pada tahun 4 Masehi.
Batu Kenong ditemukan disekitaran pinggir sungai, persawahan dan pemukiman Desa Kamal.
Batu Kenong memiliki tonjolan, dan setiap tonjolan punya makna sendiri. Batu dengan satu tonjolan berarti tempat pemakaman. Sedangkan batu dua tonjolah berarti sebagai tanda alas bangunan rumah.
Terdapat setidaknya 59 Batu Kenong yang merupakan gabungan dari tonjolan satu dan tonjolan dua.
Kedua, berjarak 2,6 km dari Situs Klanceng, terdapat Situs Duplang yang terletak di Dusun Duplang, Desa Kamal. Lokasinya terletak sekitara area pertanian milik warga.
Batu yang dapat ditemui adalah Kubur Batu yang merupakan peti mati yang dibuat dari batu dari keempat sisinya.
Di dalamnya bahkan terdapat jenazah yang tersimpan dalam keadaan berbaring dengan kepala mengarah ke tempat lebih tinggi. Diperkirakan Batu Kubur dibuat 3000 tahun yang lalu.
Ketiga, Batu Menhir yang berbentuk seperti tugu. Nenek moyang menggunakannya sebagai tempat pemujaan kepercayaan dulu. Diperikaran Batu Menhir dibuat 2000 tahun yang lalu.***(Muhammad Arif)