

inNalar.com – ACT minta maaf imbas dari berita penyelewengan donasi oleh pengurusnya, sebelumnya informasi terkait lembaga filantropi itu tersebar luas di media sosial.
Tagar jangan percaya ACT juga sempat masuk trending topik di mesia sosial Twitter, kabar pada grup-grup Whatapp juga banyak membicarakan terkait masalah yang dilanda.
Presiden ACT Ibnu Khajar minta maaf kepada masyarakat dan berterima kasih atas pemberitaan majalah Tempo edisi 2 Juli yang mengangkat isu tersebut terkait lembaga yang dipimpinya.
Baca Juga: Vaksin Booster Resmi Jadi Syarat Wajib untuk Izin Keramaian dan Perjalanan
Sebelumnya sebuah akun media sosial Twitter mengunggah status LOL (Laugh Out Loud), yang berarti tertawa terbahak-bahak atau ngakak dan mengaku pernah terpaksa kerjasama ACT.
Dirinya menyebut jarang beres ketika kerja bersama ACT, unggahan itu di-retweets 5.739 kali dan dikomentari oleh 2.128 pengguna media sosial tersebut, dan dapat lebih dari 100 like.
“LOL sepengalaman saya kerja/ngurusin disaster relief hampir nggak pernah mau,” tulis Bhagavad Sambadha seperti dikutip inNalar.com dari unggahan akun @fullmoonfolks pada Senin, 4 Juli 2022.
“(Sepertinya pernah 1x kepepet) bareng ACT, jarang beresnya.” Lanjutnya lagi, menjelaskan dirinya pernah terpaksa melakukan kerja bersama lembaga filantropi tersebut.
Tak lupa unggahan terkait ACT itu disertai dengan cover majalah yang bertuliskan judul Kantong Bocor Dana Umat, tercantum juga bahwa lembaga tersebut tengah limbung.
Disebutkan bahwa sebab tidak stabilnya ACT yaitu adanya berbagai penyelewengan donasi oleh pendiri dan pengelolanya yang digunakan untuk kepentingan pribadi.
Baca Juga: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 2022 dalam Bahasa Inggris, Cocok untuk Status WhatsApp
Gambar ilustrasi cover tersebut terlihat ada orang-orang yang sedang membawa tandu, diantaranya memakai rompi ACT, sementara di atasnya yaitu mobil dengan tulisan lembaga tersebut.
Tak terlewatkan di atas mobil ACT juga ada orang menampakkan diri seperti seorang pemimpin. Status tersebut mendapat berbagai tanggapan yang salah satunya berkomtar untuk berhati-hati.
“Baca isi full-nya dulu Ri, jangan ketrigger dengan cover-nya doang hehehe.” Tulis akun Aka @ZakariArt_
Baca Juga: Jenis Arang yang Cocok Digunakan dalam Membuat Sate Kambing saat Idul Adha 2022
Sebelumnya ada yang berkomentar pengalaman pribadinya lagi, paling enak diajak kerja sama urutan pertama itu Pramuka dan Palang Merah yang profesional, transparan, serta jaringannya di mana-mana.
Pramuka dan Palang Merah jelas non partisan. Kemudian untuk lembaga yang swasta ada MDMC Indonesia, IBUFoundation, MSF se-Asia, dan Lazisnu. Komentar lainnya juga ada.
Warganet menanggapi pula rumusnya makin banyak dan menyanyat hati ilustrasi sepanduk suatu lembaga pengumpul donasi, maka bertambah juga ketidak beresannya, pekerjaan di lapangan pun tak ada.
Baca Juga: Bacaan Niat Sholat Idul Adha 2022, Lengkap Dengan Bahasa Arab dan Latin
Netizen lainnya berkomentar bahwa dahulu ACT benar-benar lembaga yang bagus.***