Abu Thalib, Sosok Penting Dibalik Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW


inNalar.com
– Peristiwa Isra Miraj pada 27 Rajab merupakan sebuah perjalanan Rasulullah ke Masjidil Aqsha dari Masjidil Haram lantas ke langit ketujuh yang terjadi tepat setelah wafatnya Khadijah dan Abu Thalib.

Isra Miraj konon adalah hiburan dari Allah SWT untuk Nabi Muhammad yang sedang dilanda kesedihan kala itu.

Dibalik peristiwa agung itu, ternyata ada salah satu sosok yang tidak akan pernah dilupakan dalam sejarah Islam.

Baca Juga: Promosi Album Baru Weekly Play Game: AWAKE akan Dilakukan Tanpa Shin Jiyoon, Ini Alasannya

Lahir sebagai yatim, Nabi Muhammad memang diasuh secara bergantian oleh sejumlah kerabatnya. Sejak lahir, ia diasuh oleh ibu susunya Halimah binti Dhuayb yang terkenal sebagai Halimatus Sakdiyah sampai berumur lima tahun.

Baca Juga: Tunjukkan Solidaritas terhadap Anak-Anak Penderita Kanker, Ganjar Pranowo Cukur Gundul Rambutnya

Pada umur lima tahun, Nabi Muhammad SAW diasuh kembali oleh sang ibunda, Siti Aminah. Namun tak berselang lama, Siti Aminah meninggal dunia.

Nabi Muhammad sempat dibesarkan oleh kakeknya, Abdul Muthalib yang hanya mengasuhnya sebentar sebelum pada akhirnya meninggal. Sejak saat itulah Rasulullah mulai tinggal bersama pamannya, Abu Thalib.

Abu Thalib adalah salah satu orang yang pertama kali melihat tanda kenabian dalam diri Muhammad. Ia melihatnya saat mereka melakukan perjalanan untuk berdagang di Syam.

Baca Juga: Invasi Rusia ke Ukraina, Green Day Batalkan Konser di Moskow Mei Mendatang

Kala itu, Rasulullah dan Abu Thalib terlindung dari panas terik matahari. Sebabnya, ada awan yang selalu mengiringi perjalanan mereka. Seorang pendeta bernama Buhaira melihat kejadian itu dan langsung yakin bahwa hal tersebut adalah tanda kenabian.

Buhaira lantas memberi tahu Abu Thalib. Ia juga mengingatkan Abu Thalib untuk terus menjaga Nabi Muhammad, sebab ia bakal menjalani jalur terjal dalam dakwahnya ke depan.

Sejak saat itu, Abu Thalib menjadi penjaga dan pelindung Nabi saat mendapat kecaman karena berdakwah.

Baca Juga: Pertahankan Ukraina dari Rusia, Barisan Petinju Dunia Siap Angkat Senjata, Simak Pernyataan Lengkapnya Berikut

Pada saat berdakwah secara terang-terangan, kaum kafir Quraisy memang merasa resah. Karenanya, Nabi Muhammad sempat mendapat serangan dan cacian. Namun, hal tersebut tak menggoyahkan dakwah Rasulullah.

Maka dari itu, tokoh Quraisy Abu Jahal dan Abu Lahab mendatangi Abu Thalib dan memintanya untuk menghentikan dakwah keponakannya.

Namun, Abu Thalib tak mengiyakan permintaan tersebut. Bagi Abu Thalib, dakwah Muhammad tak perlu dipersoalkan sebab ia tak memaksa. Lagipula, Nabi Muhammad SAW tak pernah menghina Tuhan kaum Quraisy, demikian pendapat Abu Thalib.

Baca Juga: Putin Siap Siagakan Senjata Nuklir Setelah NATO Kirimkan Bantuan Militer ke Ukraina, Selengkapnya Berikut Ini

Banyak yang meyakini Abu Thalib yang membela dakwah Nabi Muhammad tak sempat memeluk Islam. Kendati demikian, ia tetap diingat karena jasa besarnya.***

Rekomendasi