

inNalar.com – Pendidikan merupakan pilar penting untuk membangun suatu negara. Meski guru honorer memiliki andil yang sangat penting dalam proses pendidikan, tetapi kesejahteraannya seringkali tidak sebanding dengan kontribusi yang telah mereka berikan.
Namun, kabar gembira datang dari Abdul Mu’ti selaku Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen). Dalam suatu pertemuan yang mengejutkan, beliau membocorkan informasi penting tentang masa depan guru honorer di Indonesia.
Dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional lalu, Abdul Mu’ti telah menyampaikan formulasi kebijakan terbaru bagi para tenaga pendidik.
Disampaikan bahwa para Pengajar di Indonesia saat ini harus berfokus pada tugas utama mereka yaitu mengajar untuk meningkatkan kualitas belajar para murid.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa tugas guru honorer juga sangat berat. Beliau mengatakan bahwa tugasnya tidak hanya dituntut untuk menyampaikan materi saja.
Menurutnya, tugas membimbing murid menjadi individu yang intelek, mandiri, menjunjung tinggi moral, dan lain-lain merupakan tugas pokok utama.
Baca Juga: Pejuang CPNS dan PPPK Dosen, 8 Pertanyaan Ini Sering Ditanyakan Tim Penilai saat Tes Microteaching
Banyak juga dari para guru honorer juga merasa terbebani dengan proses administrasi seperti laporan, pengisian data, dan hal-hal administratif lain yang sangat menyita waktu dan energi.
Oleh karena itu, ini menjadi salah satu indikator mengapa kebijakan mengelola dokumen e-administrasi hanya perlu dilakukan per satu tahun sekali.
Dengan pemberlakuan kebijakan ini, hal ini tentu akan berdampak positif pada kualitas belajar-mengajar di kelas.
Untuk itu, para guru saat ini bisa lebih fokus untuk mengembangkan metode pengajaran dan bisa menciptakan atmosfer yang lebih menyenangkan saat mengajar.
Mendikdasmen juga menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia akan berkomitmen untuk meningkatkan jaminan kesejahteraan yang akan didapatkan oleh para guru honorer.
Adanya komitmen Pemerintah untuk meningkatkan jaminan kesejahteraan tentu menjadi angin segar—mengingat profesi ini seringkali dianggap kurang dihargai oleh masyarakat karena kurang dari sisi finansial.
Tidak bisa dipungkiri bahwa profesi mulia ini adalah pahlawan memegang ujung tombak nasib generasi muda Indonesia.
Gaji naik untuk Pendidik dari kalangan honorer maupun ASN PNS dan PPPK yang dicanangkan oleh Pemerintah merupakan bukti kongkret untuk peningkatan kesejahteraan para guru yang diharapkan akan membawa perubahan pada kualitas pendidikan di tanah air.
Bukan hanya perihal angka, namun besar harapan Pemerintah agar kenaikan ini bisa menjadi motivasi bagi sang katalisator pendidikan untuk mengerahkan kemampuan terbaik mereka saat mengajar.
Baca Juga: Jangan Khawatir! Tenaga Honorer Kategori Ini Dipastikan Lolos PPPK Kemenag 2024
Dengan perubahan besar ini, Pemerintah melalui Mendikdasmen berharap agar guru-guru di Indonesia, khususnya guru honorer agar bisa menjadi agent of change dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang selaras perkembangan zaman yang semakin kompleks. *** (Evie Sylviana Dewi)